Recent Posts

Selasa, 01 Maret 2016

MENJADI SANTRI YANG MULTI TALENTA



MENJADI SANTRI YANG MULTI TALENTA

           Santri adalah istilah yang umumnya diperuntukkan bagi mereka yang menuntut ilmu di sebuah pesantren. Yang mana mereka sering di pandang sebelah mata, artinya mereka sering disebut sebagai orang-orang yang ketinggalan jaman, kuper, cupu dan mereka juga sering dinilai hanya pandai dalam ilmu-ilmu yang bernilai keagamaan. Banyak yang menilai bahwa santri itu tidak faham dengan ilmu-ilmu luar, artinya banyak yang menilai  bahwa santri itu hanya faham dengan ilmu-ilmu keagamaan. Padahal semua itu tidak benar.
         Sekarang, santri bukan hanya tertuju hanya pada mereka yang memahami ilmu keagamaan saja, tapi ada juga santri yang juga mendalami ilmu umum dan menuntut ilmu hingga ke jenjang perguruan tinggi yang bahkan fakultas yang diambil samasekali bukan ilmu keagamaan, baik di dalam negeri sendiri maupun di luar negeri. Sekarang, pesantren bukan hanya sebuah lembaga yang di dalamnya terdapat sekolah diniyah yaitu sebuah lembaga untuk mendalami ilmu agama saja, bahkan sekarang ada juga pesantren yang merupakan lembaga yang di dalamnya  terdapat sekolah formalnya untuk mereka yang ingin mendalami ilmu-ilmu umum atau formal.
 Dr. Syekh Yusuf Al-Qardlawi adalah seorang ulama’ yang menolak pembagian ilmu secara dikotomis. Semua ilmu bisa islami dan bisa tidak, tergantung kepada orang yang memandang dan mempergunakannya. Pemisahan ilmu secara dikotomis itu, menurut Al-Qardlawi, telah menghambat kemajuan umat islam.
Sebab, menurut Al-Qardhawi, peradaban bisa melesat maju jika peradaban tersebut bisa menyerap sisi-sisi positif dari peradaban yang lebih maju dengan tanpa meninggalkan akar-akar pembangunan peradaban yang dianjurkan islam. Al-Qardhawi menganggap, kemajuan peradaban manapun umat tergatung pada manusianya. Termasuktentunya semangat untuk memajukan peradaban islam dan mengusahakannya untuk memimpin peradaban dunia yang kehilangan roh kemanusiaan.
Peradaban islam yang mundur, dalam pandangan Al-Qardhawi, sebagaimana pernah juga diungkapkan Muhammad Abduh, adalah karena umat islam menutup koridor-koridor kebesaran ajaran islam dengan kebodohan umatnya sendiri. Islam menjadi ajaran yang dikavling-kavling dan diparsialkan sehingga kehilangan nafas universalisme. Islam yang agung dihinakan para penganutnya sendiri, yang tak percaya sepenuhnya kepada ajaran islam.
Sedangkan, tujuan pendidikan islam adalah menghantarkan peserta didik menjadi manusia pada tingkat yang sempurna, dengan menumbuh kembangkan potensinya, bakatnya, nalurinya dengan tidak keluar dari koridor agama.
Setiap individu mempunyai bakat tersendiri dalam dirinya, bakat tersebut muncul secara lahiriyah dan perlu adanya pengembangan agar bisa menjadi orang yang bermanfaat baik bagi agama, Negara dan masyarakat. Dan merupakan usaha para ulama dalam membangun sebuah negara yang berjalan di jalur agama. Karena dengan tegaknya suatu agama dalam sebuah Negara, akan terwujudlah suatu Negara yang aman, sentosa, tentram dan harmonis. Karena pasti semua Negara mengidam-idamkan terwujudnya Negara-negara yang aman, sentosa, tentram dan harmonis.
            Sekarang, hampir semua pesantren dan pemerintah bersama-sama membangaun sebuah program yang bisa mengantarkan seorang santri yang multi fungsi, artinya santri yang bisa terjun dibidang dakwah maupun pemerintahan. Hal ini merupakan upaya para pengasuh pesantren dan pemerintah di dalam membangun sebuah negara yang berlandaskan agama.
            Tidak sedikit dari kalangan ulama atau para jebolan pesantren yang telah terjun di dunia pemerintahan, di antaranya, Kh. Abdur Rahman Wahid yang biasa dikenal dengan sebutan Gus Dur, yang merupakan mantan Presiden Republik Indonesia. Juga ada wakil gubernur jawa timur yaitu Gus Saifullah atau yang biasa dipanggil Gus Ipul. Sebenarnya masih banyak lagi dari kalangan ulama’ jebolan pesantren yang telah terjun ke kancah pemerintahan.
            Dan kini, negara benar-benar membutuhkan para santri jebolan pesantren-pesantren yang kelak bisa masuk di dunia pemerintahan dan bisa membawa negara ini di bawah naungan agama, dengan harapan bisa memmperbaiki nama baik negara Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah pemeluk agama islam terbanyak dibandingkan negara-negara islam yang lainnya.

3 komentar:

  1. ya ! santri memang dianggap remeh, tapi nyatanya mereka mempunyai talenta yang tidak bisa dianggap remeh,santri why not !!

    BalasHapus
  2. siapa bilang santri dianggap remeh mas? :) #dot

    BalasHapus