THE
POWER OF BASMALAH
كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَايُبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ
اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَقْطَعُ (رواه رهويه)
“Setiap
perbuatan penting yang tidak dimulai dengan bismillaahirrahmaanirrahiim maka
perbuatan tersebut cacat” (HR. Rahawaih)
Inilah hadits yang menjadi motifator
untuk membahas tentang kekuatan basmalah, yang jarang orang tau akan
kekuatannya, khususnya santri yang notabene tiap harinya bahkan hampir tiap
amaliahnya selalu berawalan dengan basmalah.
Basmalah, kalimat
yang mudah dan ringan untuk dibaca dan dengan mengawali segala amaliah yang
selalu diawali dengan basmalah, berarti dia telah mengatasnamakan Allah
untuk memantapkan, bahwa pekerjaannya bernilai luhur. Dengan menyebut nama
Allah, seseorang bertekad untuk mematuhi rambu-rambu dalam beraktifitas, jujur
danb mentaati segala perintah dan larangan-Nya. Seseorang mengawali
aktifitasnya dengan kalimat inilah secara otomatis dia telah memohon support
dari Allah untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan Insya Allah pekerjaannya
akan dipermudah oleh-Nya.
Dalam wahyu yang pertama kali turun, kita diperintah
mengawali pekerjaan dengan menyebut nama Allah. Itu adalah perintah yang
mengandung hikmah besar, yakni dengan menyebut nama Allah di awal pekerjaan,
otomatis kita telah berharap kepada Allah, agar senantiasa memberi pengawalan
super ekstra terhadap kita agar senantiasa tetap dalam koridor agama Allah.
Karena jika tanpa bantuan-Nya, kita tidak mampu menghalau pemikiran-pemikiran
orang-orang orientalis yang terus menerus menyisipkan budaya barat yang tidak
mengenal moral.
Di antara kekuatannya yang lain, ialah dalam ayat
tersebut tertera dua sifat Allah, yakni Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha
Penyayang), yang keduanya memiliki pesan, agar Allah senantiasa
menganugerahkan kemampuan kepada siapa saja yang membacanya untuk menyerap
sedikit saja dari kedua sifat-Nya tersebut, yakni kemampuan membawa rahmat pada
sekalian alam, kemampuan mengkonsolidasikan, mengorganisasikan dan membangun jaringan
ukhuwah seluruh potensi kaum Muslimin.
Bila diperhatikan dengan seksama, kita akan
bertanya-tanya mengapa Allah hanya memaparkan kedua sifat-Nya tersebut, bukan
sifat-sifat yang lain? Hal itu tak lain karena jika kedua sifat tersebut dapat
kita serap sedikit saja dan diapliksikan dalam kehidupan sehari-hari, maka
hidup ini akan terasa begitu indah. Dan kedua sifat inilah yang sangat
dibutuhkan setiap insan dalam setiap kali berinteraksi dengan alam sekitar. Dan
dengan ditonjolkannya kedua sifat inilah, maka otomatis kita telah memenuhi apa
yang menjadi ketetapan Allah untuk menjadikan manusia sebagai khalifah-Nya di
muka bumi ini. Yakni untuk mewujudkan kehidupan social sesama makhluk yang
aman, tentram, harmonis dan saling mengasihi dan menyayangi.
Basmalah mempunyai
makna: “Saya melakukan suatu perbuatan sama sekali bukan atas nama saya,
namun,atas nama Allah. Sebab, saya mendapatkan kemampuan dan pertolongan
bersumber dari otoritas-Nya dan berharap mendapatkan kebaikan-Nya, ridla-Nya.
Jika bukan karena Dia, pasti saya tidak sanggup melakukannya. Bahkan, kalau
tidak ada perintah-Nya dan tidak berharap akan karunia-Nya, saya tidak akan
melakukan pekerjaan itu, sekalipun sanggup melakukannya.” Intinya, dalam basmalah
tersimpan kekuatan yakni dengannyalah kita dapat merasa bahwa kita tidak ada
apa-apanya di mata Allah. Dan kita akan merasa bahwa hanya karena Allahlah kita
mampu melakukan segala hal yang kita kehendaki. Dan merasa lemah, sama sekali
tidak mengetahui ketentuan akhir Allah.
Di awalinya basmalah dengan penyebutan nama Allah,
diharapkan kita dapat meraih kesuksesan baik dalam melakukan aktifitas yang
kita geluti yakni di dunia ini atau ketika di akhirat kelak. Artinya, jika kita
diberi kemampuan mengawali aktifitas dengan basmalah, semoga ketika kita
telah sampai pada saatnya kita pergi meninggalkan dunia dan seisinya ini, kita
diberi kemampuan oleh-Nya untuk menyebut namanya di akhir hayat kita.
Intinya, dengan mengawali pekerjaan dengan basmalah
pasti berujung baik, asalkan pekerjaan tersebut bernilai baik, dan meyakini
Allah juga menghendaki baik.











