MENJADI SANTRI YANG MULTI TALENTA
Santri adalah istilah yang umumnya diperuntukkan bagi mereka yang
menuntut ilmu di sebuah pesantren. Yang mana mereka sering di pandang sebelah
mata, artinya mereka sering disebut sebagai orang-orang yang ketinggalan jaman,
kuper, cupu dan mereka juga sering dinilai hanya pandai dalam ilmu-ilmu yang
bernilai keagamaan. Banyak yang menilai bahwa santri itu tidak faham dengan
ilmu-ilmu luar, artinya banyak yang menilai
bahwa santri itu hanya faham dengan ilmu-ilmu keagamaan. Padahal semua
itu tidak benar.
Sekarang, santri
bukan hanya tertuju hanya pada mereka yang memahami ilmu keagamaan saja, tapi
ada juga santri yang juga mendalami ilmu umum dan menuntut ilmu hingga ke
jenjang perguruan tinggi yang bahkan fakultas yang diambil samasekali bukan
ilmu keagamaan, baik di dalam negeri sendiri maupun di luar negeri. Sekarang, pesantren bukan hanya sebuah lembaga
yang di dalamnya terdapat sekolah diniyah yaitu sebuah lembaga untuk mendalami
ilmu agama saja, bahkan sekarang ada juga pesantren yang merupakan lembaga yang
di dalamnya terdapat sekolah formalnya untuk mereka yang
ingin mendalami ilmu-ilmu umum atau formal.
Dr. Syekh Yusuf Al-Qardlawi adalah seorang ulama’ yang menolak
pembagian ilmu secara dikotomis. Semua ilmu bisa islami dan bisa tidak, tergantung
kepada orang yang memandang dan mempergunakannya. Pemisahan ilmu secara
dikotomis itu, menurut Al-Qardlawi, telah menghambat kemajuan umat islam.
Sebab, menurut Al-Qardhawi, peradaban bisa melesat maju jika
peradaban tersebut bisa menyerap sisi-sisi positif dari peradaban yang lebih
maju dengan tanpa meninggalkan akar-akar pembangunan peradaban yang dianjurkan
islam. Al-Qardhawi menganggap, kemajuan peradaban manapun umat tergatung pada
manusianya. Termasuktentunya semangat untuk memajukan peradaban islam dan
mengusahakannya untuk memimpin peradaban dunia yang kehilangan roh kemanusiaan.
Peradaban islam yang mundur, dalam pandangan Al-Qardhawi,
sebagaimana pernah juga diungkapkan Muhammad Abduh, adalah karena umat islam
menutup koridor-koridor kebesaran ajaran islam dengan kebodohan umatnya
sendiri. Islam menjadi ajaran yang dikavling-kavling dan diparsialkan sehingga
kehilangan nafas universalisme. Islam yang agung dihinakan para penganutnya
sendiri, yang tak percaya sepenuhnya kepada ajaran islam.
Sedangkan, tujuan pendidikan islam adalah menghantarkan peserta
didik menjadi manusia pada tingkat yang sempurna, dengan menumbuh kembangkan
potensinya, bakatnya, nalurinya dengan tidak keluar dari koridor agama.
Setiap individu mempunyai bakat tersendiri dalam dirinya, bakat
tersebut muncul secara lahiriyah dan perlu adanya pengembangan agar bisa
menjadi orang yang bermanfaat baik bagi agama, Negara dan masyarakat. Dan merupakan usaha para ulama dalam membangun
sebuah negara yang berjalan di jalur agama.
Karena dengan tegaknya suatu agama dalam sebuah Negara, akan terwujudlah suatu
Negara yang aman, sentosa, tentram dan harmonis. Karena pasti semua Negara
mengidam-idamkan terwujudnya Negara-negara yang aman, sentosa, tentram dan
harmonis.
Sekarang, hampir
semua pesantren dan pemerintah bersama-sama membangaun sebuah program yang bisa
mengantarkan seorang santri yang multi fungsi, artinya santri yang bisa terjun
dibidang dakwah maupun pemerintahan. Hal ini merupakan upaya para pengasuh
pesantren dan pemerintah di dalam membangun sebuah negara yang berlandaskan
agama.
Tidak sedikit dari
kalangan ulama atau para jebolan pesantren yang telah terjun di dunia
pemerintahan, di antaranya, Kh. Abdur Rahman Wahid yang biasa dikenal dengan
sebutan Gus Dur, yang merupakan mantan Presiden Republik Indonesia. Juga ada
wakil gubernur jawa timur yaitu Gus Saifullah atau yang biasa dipanggil Gus
Ipul. Sebenarnya masih banyak lagi dari kalangan ulama’ jebolan pesantren yang
telah terjun ke kancah pemerintahan.
Dan kini, negara
benar-benar membutuhkan para santri jebolan pesantren-pesantren yang kelak bisa
masuk di dunia pemerintahan dan bisa membawa negara ini di bawah naungan agama,
dengan harapan bisa memmperbaiki nama baik negara Indonesia yang merupakan
negara dengan jumlah pemeluk agama islam terbanyak dibandingkan negara-negara
islam yang lainnya.






ya ! santri memang dianggap remeh, tapi nyatanya mereka mempunyai talenta yang tidak bisa dianggap remeh,santri why not !!
BalasHapusيا خير
Hapussiapa bilang santri dianggap remeh mas? :) #dot
BalasHapus