Recent Posts

Rabu, 02 Maret 2016

JURNALIS BERHATI SALJU BERMENTAL BAJA



JURNALIS
BERHATI SALJU BERMENTAL BAJA
            JURNALIS, berasal dari kata JURNAL yang artinya laporan berkala/periodik tentang peristiwa menarik yang sedang berlangsung. Jadi seorang jurnalis adalah mereka yang pekerjaannya mengumpulkan bahan berita menulis berita untuk dimuat di media massa; wartawan.  Dan JURNALISME adalah pengetahuan, profesi, atau pekerjaan sebagai wartawan; kewartawanan.  Sedangkan dunia JURNALISTIK adalah dunia yang berhubungan dengan persuratkabaran dan kewartawanan; yang berkaitan dengan dunia pemberitaan melalui dunia massa; ilmu komunikasi massa.
            Jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian/kehidupan sehari-sehari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran dan, pengkajian,) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.
            Jurnalistik dalam abad ke-17 dan ke-18 terutama merupakan kegiatan profesi tersendiri di samping para pengusaha percetakaan dan pejabat-pejabat pemerintah. Sejak pertengahan abad ke-19 timbul spesialisasi dalam profesi jurnalistik sejalan dengan perkembanagan sarana-sarana pers.
            Seseorang yang telah berani mengarungi samudera jurnalistik berarti dia telah berani menghadapi adanya berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi di tengah samudera. Karena profesi ini menuntut penyandangnya agar tiada hentinya mencari informasi, membaca, baik itu membaca tulisan-tulisan maupun membaca keadaan atau situasi dan kondisi sekitarnya.
            Seorang jurnalis dalam menulis sebuah karya tulis diharuskan menggunakan bahasa yang inspiratif, bukan bahasa yang mengandung unsur menghujat bahkan bahasa yang mengandung unsur menghina.
            Jurnalis dalam mengkritik seseorang, organisasi, sekte, kelompok atau apapun itu, haruslah dengan menggunakan bahasa yang sopan, inspiratif, tidak menggugat atau bahkan sampai menghina. Dan diharuskan dalam komentarnya harus bersifat membangun bukan menggunjing, sehingga kritikan tersebut bisa membuat yang dikritik menjadi lebih baik.
            Seorang jurnalis haruslah memiliki keberanian dalam meliput, mengutarakan pendapat, mengutarakan kritikan yang membangun, meski itu pahit.
قل الحقّ ولوْ كان مرّا. (الحديث)
“Katakanalah sejujurnya meskipun itu pahit”.
Jurnalis hendaknya memiliki hati yang selalu dingin seperti salju, yang artinya ia dalam menulis sebuah karya diharuskan ada dorongan hati yang tenang bukan karena luapan emosi atau karena dorongan nafsu. Hal ini biasanya terjadi ketika sang jurnalis menemui suatu peristiwa yang menggunjingnya atau tidak sejalan dengan pemikirannya atau bahkan peristiwa samasekali tidak dapat dibenarkan, sehingga dalam menulis ia dibarengi dengan kemarahan, nafsu, dan emosi yang menggebu-menggebu, sehingga hasil tulisannyapun kemungkinan justeru identik mengundang kontroversi.
Seorang jurnalis juga harus bermental baja yang selalu siap menerima apapun dan bagaimanapun kritikan yang dilemparkan kepadanya.
Dan sikap lain yang juga tak kalah penting dari seorang jurnalis adalah harus memiliki jiwa besar, artinya jika salah ia harus merasa salah dan siap meminta maaf. Namun jika benar ia tidak perlu merendahkan orang yang mengkritik.
Dari semua keterangan panjang lebar di atas, kita dapat mengambil hikmah pelajaran dari seorang jurnalis, antara lain;
1.      Kita dapat mengambil pelajaran dari jurnalis yang BERANI MENGUTARAKAN KEBENARAN MESKI ITU PAHIT.
2.      Kita bisa mengambil pelajaran dari sikap jurnalis yang SELALU SEMANGAT dalam mencari informasi demi menjadi seorang jurnalis yang baik.
3.      Kita bisa mengambil pelajaran dari sikap jurnalis yang SELALU TENANG dalam menulis sebuah karya tulis.
4.      Kita bisa megambil pelajaran dari sikap jurnalis yang BERMENTAL BAJA YANG SELALU BERLAPANG DADA MENGHADAPAI KRITIKAN ORANG LAIN.
5.      Kita juga bisa mengambil pelajaran dari jurnalis yang memiliki JIWA BESAR, JIKA SALAH IA HARUS MERASA SALAH DAN SIAP MEMINTA MAAF, DAN JIKA BENAR IA TIDAK SERTA MERTA MERENDAHKAN YANG MENGKRITIK.

0 komentar:

Posting Komentar