JURNALIS
BERHATI SALJU BERMENTAL BAJA
JURNALIS,
berasal dari kata JURNAL yang artinya laporan berkala/periodik tentang
peristiwa menarik yang sedang berlangsung. Jadi seorang jurnalis adalah mereka
yang pekerjaannya mengumpulkan bahan berita menulis berita untuk dimuat di
media massa; wartawan. Dan JURNALISME
adalah pengetahuan, profesi, atau pekerjaan sebagai wartawan;
kewartawanan. Sedangkan dunia JURNALISTIK
adalah dunia yang berhubungan dengan persuratkabaran dan kewartawanan; yang
berkaitan dengan dunia pemberitaan melalui dunia massa; ilmu komunikasi massa.
Jurnalistik
adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang
kejadian/kehidupan sehari-sehari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan,
penafsiran dan, pengkajian,) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana
penerbitan yang ada.
Jurnalistik
dalam abad ke-17 dan ke-18 terutama merupakan kegiatan profesi tersendiri di
samping para pengusaha percetakaan dan pejabat-pejabat pemerintah. Sejak pertengahan
abad ke-19 timbul spesialisasi dalam profesi jurnalistik sejalan dengan
perkembanagan sarana-sarana pers.
Seseorang
yang telah berani mengarungi samudera jurnalistik berarti dia telah berani
menghadapi adanya berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi di tengah
samudera. Karena profesi ini menuntut penyandangnya agar tiada hentinya mencari
informasi, membaca, baik itu membaca tulisan-tulisan maupun membaca keadaan
atau situasi dan kondisi sekitarnya.
Seorang
jurnalis dalam menulis sebuah karya tulis diharuskan menggunakan bahasa yang
inspiratif, bukan bahasa yang mengandung unsur menghujat bahkan bahasa yang
mengandung unsur menghina.
Jurnalis
dalam mengkritik seseorang, organisasi, sekte, kelompok atau apapun itu,
haruslah dengan menggunakan bahasa yang sopan, inspiratif, tidak menggugat atau
bahkan sampai menghina. Dan diharuskan dalam komentarnya harus bersifat
membangun bukan menggunjing, sehingga kritikan tersebut bisa membuat yang
dikritik menjadi lebih baik.
Seorang
jurnalis haruslah memiliki keberanian dalam meliput, mengutarakan pendapat,
mengutarakan kritikan yang membangun, meski itu pahit.
قل الحقّ ولوْ كان مرّا. (الحديث)
“Katakanalah
sejujurnya meskipun itu pahit”.
Jurnalis
hendaknya memiliki hati yang selalu dingin seperti salju, yang artinya ia dalam
menulis sebuah karya diharuskan ada dorongan hati yang tenang bukan karena
luapan emosi atau karena dorongan nafsu. Hal ini biasanya terjadi ketika sang
jurnalis menemui suatu peristiwa yang menggunjingnya atau tidak sejalan dengan
pemikirannya atau bahkan peristiwa samasekali tidak dapat dibenarkan, sehingga
dalam menulis ia dibarengi dengan kemarahan, nafsu, dan emosi yang
menggebu-menggebu, sehingga hasil tulisannyapun kemungkinan justeru identik mengundang
kontroversi.
Seorang
jurnalis juga harus bermental baja yang selalu siap menerima apapun dan
bagaimanapun kritikan yang dilemparkan kepadanya.
Dan sikap lain
yang juga tak kalah penting dari seorang jurnalis adalah harus memiliki jiwa
besar, artinya jika salah ia harus merasa salah dan siap meminta maaf. Namun
jika benar ia tidak perlu merendahkan orang yang mengkritik.
Dari semua
keterangan panjang lebar di atas, kita dapat mengambil hikmah pelajaran dari seorang
jurnalis, antara lain;
1.
Kita
dapat mengambil pelajaran dari jurnalis yang BERANI MENGUTARAKAN KEBENARAN
MESKI ITU PAHIT.
2.
Kita
bisa mengambil pelajaran dari sikap jurnalis yang SELALU SEMANGAT dalam
mencari informasi demi menjadi seorang jurnalis yang baik.
3.
Kita
bisa mengambil pelajaran dari sikap jurnalis yang SELALU TENANG dalam
menulis sebuah karya tulis.
4.
Kita
bisa megambil pelajaran dari sikap jurnalis yang BERMENTAL BAJA YANG SELALU
BERLAPANG DADA MENGHADAPAI KRITIKAN ORANG LAIN.
5.
Kita
juga bisa mengambil pelajaran dari jurnalis yang memiliki JIWA BESAR, JIKA
SALAH IA HARUS MERASA SALAH DAN SIAP MEMINTA MAAF, DAN JIKA BENAR IA TIDAK
SERTA MERTA MERENDAHKAN YANG MENGKRITIK.







0 komentar:
Posting Komentar