MANAJEMEN WAKTU BAGI SANTRIWATI
Setiap
perempuan yang telah masuk dalam lembaga pesantren secara otomatis mendapat predikat santriwati dan harus bersiap-siap
menjalani kegiatan yang super sa’ambrek. Di samping dia harus menjalani
kegiatan full ubudiyah yang sudah di tata rapi oleh peraturan pesantren, dia
juga di tuntut oleh kegiatan belajar dan kegiatan pribadinya sendiri.
Santriwati yang bijak akan selalu berusaha menyeimbangkan serta menselaraskan
perhatiannya kepada ketatnya kegiatan di pesantren tanpa mengesampingkan
kegiatan dan urusan pribadinya.
Yang menjadi masalah, seringkali
kesibukan menjalani rutinitas kegiatan pesantren meliputi shalat jama’ah lima
waktu, membaca wirid-wirid, sekolah, ngaji sorogan, istighosah, musyawarah,
menghafal beberapa pelajaran dan masih banyak yang lainnya terlebih jika sudah
datang tamu bulanan (haid) seolah menjadi sebuah
bumerang yang seakan-akan menghantui kehidupan sanrtriwati di dalam
pesantren “Bikin gag kerasan/menjadikan tidak betah”. Sibuknya
kegiatan santriwati dengan beberapa
kegiatan yang harus di lakukan setiap hari yang sudah pasti menuntut dan
menyita banyak waktu. Dalam hal seperti ini, di butuhkan sekali manejemen waktu
bagi para santriwati dalam mengatur kegiatan di pesantren.
Sebuah manajemen waktu perlu
dilakukan oleh seorang santriwati, demi tercapainya suatu urusan yang telah di
rencanakan sebelumnya, baik dengan cara membuat sebuah jadwal kegiatan yang
harus dia lakukan setiap waktunya entah itu secara tertulis atau dengan
menggunakan skema-skema, atau mungkin tidak menggunakan kesemuanya, artinya
menjadwalkan semua kegiatan yang harus dia lakukan setiap waktunya tidak secara
tertulis.
Santriwati yang senantiasa me-manage
waktu lebih bersikap tenang, tidak tergesah-gesah atau merasa bingung terhadap
urusan apapun yang membelitnya, yang harus mereka lakukan dan membereskan
kesemuanya.
Terkait dengan hal tersebut, ada
sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh para santriwati. Pertama, ia
harus memiliki perencanaan waktu yang matang. Perencanaan yang bagus, simple
akan membuat hidup kita teratur. Cobalah menyusun agenda harian, mingguan,
bulanan dan seterusnya. Juga tak kalah penting susun pula target yang ingin
dicapai. Para santriwati bisa menulis daftar aktifitas ma’hadiyah dan pribadi
yang harus dilaksanakan serta waktu pelaksanaannya, dan menempelkannya ditempat
yang mudah terlihat. Misalkan dalam minggu ini pelajaran apa saja yang harus
dihafal, atau berapa puluh nadhaman yang harus sudah disetorkan.
Kedua,
di balik super fullnya kegiatan ma’hadiyah, madrosiyah dan juga tuntutan
urusan pribadi, ada baiknya santriwati memiliki prioritas dalam beraktifitas.
Salah satu hal yang dapat membantu dalam prioritas adalah “status hukum”
aktisfitas itu. Status hukum yang dimaksud itu adalah wajib, sunnah, mubah dan
lain-lain. Yang bersifat wajib tentu saja harus diprioritaskan. Misalkan
santriwati harus berusaha mengikuti kewajiban shalat jamaah dan bacan aurod di
tengah-tengah banyaknya tugas dan pekerjaan madrosiah.
Ketiga,
memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baik
mungkin. Misalkan memaksimalkan waktu sehat serta suci dari haid untuk memperbanyak
ibadah dan aktifitas positif lainnya.
Sejalan dengan sabda Rasul SAW:
“Manfaatkanlah
lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : hidupmu sebelum
matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa
mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. AL-Hakim dan AL-Baihaqi).
Dari
hadist ini menjadi pengingat sekaligus warning bagi santriwati supaya tidak
menggunakan dan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting apalagi tidak
bermanfaat. Seringkali terlihat pemandangan santriwati yang bergerombol
membentu halaqoh untuk sekedar ngobrol, ngerumpi dan pacapa (Red Madura: ngobrol).
Keempat,
menjalin komunikasi dan kerja sama dengan teman kamar atau kelas. Cobalah
untuk berbagi tugas agar pekerjaan yang kelihatannya berat bisa jadi ringan,
seperti mengerjakan bersama roan kamar, dan memusyawarohkan pelajaran dengan bersama-sama
serta bergotong royong dalam semua hal kebaikan. Allah Swt berfirman dalam
alquran “ Dan saling tolong menolonglah kalian dalam hal kebaikan”.
Imam syafi’i RA pernah berkata: Waktu
adalah pedang, jika kalian tak mampu untuk memotongnya, niscaya dialah yang
akan memotongmu”.
Demikianlah
beberapa poin manejem-men waktu bagi santriwati yang mempunyai berbagai macam
kesibukan. Tentunya yang demikian ini bukanlah untuk mengekang kebebasan
santriwati, atau bahkan menjajahnya dengan beberapa aturan, melainkan untuk memberitahukan
akan pentingnya waktu dan merasa bahwa waktu itu berharga, mengetahui bahwa menyia-nyiakan waktu menjadi sebab hilangnya
banyak manfaat, mengetahui
bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin ada gantinya, menentukan waktu tertentu untuk sesuatu yang penting dan
terus-menerus. Dengan begitu insya Allah kita akan dapat me-manage waktu hingga
kita dapat mencapai apa yang telah kita cita-citakan artinya kita dapat
memperoleh sebuah kesuksesan.
“Wal ashri,
innal insaana lafi khusrin, illal ladzina aamanu wa amilus sholihati watawa
shoubil haqqi, watawaa shoubis shobbri.”






0 komentar:
Posting Komentar