Recent Posts

Kamis, 24 Maret 2016

MANAJEMEN WAKTU BAGI SANTRIWATI



MANAJEMEN WAKTU BAGI SANTRIWATI
            Setiap perempuan yang telah masuk dalam lembaga pesantren secara otomatis  mendapat predikat santriwati dan harus bersiap-siap menjalani kegiatan yang super sa’ambrek. Di samping dia harus menjalani kegiatan full ubudiyah yang sudah di tata rapi oleh peraturan pesantren, dia juga di tuntut oleh kegiatan belajar dan kegiatan pribadinya sendiri. Santriwati yang bijak akan selalu berusaha menyeimbangkan serta menselaraskan perhatiannya kepada ketatnya kegiatan di pesantren tanpa mengesampingkan kegiatan dan urusan pribadinya.
            Yang menjadi masalah, seringkali kesibukan menjalani rutinitas kegiatan pesantren meliputi shalat jama’ah lima waktu, membaca wirid-wirid, sekolah, ngaji sorogan, istighosah, musyawarah, menghafal beberapa pelajaran dan masih banyak yang lainnya terlebih jika sudah datang tamu bulanan (haid) seolah menjadi sebuah bumerang yang seakan-akan menghantui kehidupan sanrtriwati di dalam pesantrenBikin gag kerasan/menjadikan tidak betah”. Sibuknya kegiatan santriwati  dengan beberapa kegiatan yang harus di lakukan setiap hari yang sudah pasti menuntut dan menyita banyak waktu. Dalam hal seperti ini, di butuhkan sekali manejemen waktu bagi para santriwati dalam mengatur kegiatan di pesantren.
            Sebuah manajemen waktu perlu dilakukan oleh seorang santriwati, demi tercapainya suatu urusan yang telah di rencanakan sebelumnya, baik dengan cara membuat sebuah jadwal kegiatan yang harus dia lakukan setiap waktunya entah itu secara tertulis atau dengan menggunakan skema-skema, atau mungkin tidak menggunakan kesemuanya, artinya menjadwalkan semua kegiatan yang harus dia lakukan setiap waktunya tidak secara tertulis.
            Santriwati yang senantiasa me-manage waktu lebih bersikap tenang, tidak tergesah-gesah atau merasa bingung terhadap urusan apapun yang membelitnya, yang harus mereka lakukan dan membereskan kesemuanya.
            Terkait dengan hal tersebut, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh para santriwati. Pertama, ia harus memiliki perencanaan waktu yang matang. Perencanaan yang bagus, simple akan membuat hidup kita teratur. Cobalah menyusun agenda harian, mingguan, bulanan dan seterusnya. Juga tak kalah penting susun pula target yang ingin dicapai. Para santriwati bisa menulis daftar aktifitas ma’hadiyah dan pribadi yang harus dilaksanakan serta waktu pelaksanaannya, dan menempelkannya ditempat yang mudah terlihat. Misalkan dalam minggu ini pelajaran apa saja yang harus dihafal, atau berapa puluh nadhaman yang harus sudah disetorkan.
            Kedua, di balik super fullnya kegiatan ma’hadiyah, madrosiyah dan juga tuntutan urusan pribadi, ada baiknya santriwati memiliki prioritas dalam beraktifitas. Salah satu hal yang dapat membantu dalam prioritas adalah “status hukum” aktisfitas itu. Status hukum yang dimaksud itu adalah wajib, sunnah, mubah dan lain-lain. Yang bersifat wajib tentu saja harus diprioritaskan. Misalkan santriwati harus berusaha mengikuti kewajiban shalat jamaah dan bacan aurod di tengah-tengah banyaknya tugas dan pekerjaan madrosiah.
            Ketiga, memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baik mungkin. Misalkan memaksimalkan waktu sehat serta suci dari haid untuk memperbanyak ibadah dan aktifitas positif  lainnya. Sejalan dengan sabda Rasul SAW:
“Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. AL-Hakim dan AL-Baihaqi).
            Dari hadist ini menjadi pengingat sekaligus warning bagi santriwati supaya tidak menggunakan dan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting apalagi tidak bermanfaat. Seringkali terlihat pemandangan santriwati yang bergerombol membentu halaqoh untuk sekedar ngobrol, ngerumpi dan pacapa (Red Madura: ngobrol).
            Keempat, menjalin komunikasi dan kerja sama dengan teman kamar atau kelas. Cobalah untuk berbagi tugas agar pekerjaan yang kelihatannya berat bisa jadi ringan, seperti mengerjakan bersama roan kamar, dan memusyawarohkan pelajaran dengan bersama-sama serta bergotong royong dalam semua hal kebaikan. Allah Swt berfirman dalam alquran “ Dan saling tolong menolonglah kalian dalam hal kebaikan”.
            Imam syafi’i RA pernah berkata: Waktu adalah pedang, jika kalian tak mampu untuk memotongnya, niscaya dialah yang akan memotongmu”.
 Demikianlah beberapa poin manejem-men waktu bagi santriwati yang mempunyai berbagai macam kesibukan. Tentunya yang demikian ini bukanlah untuk mengekang kebebasan santriwati, atau bahkan menjajahnya dengan beberapa aturan, melainkan untuk memberitahukan akan pentingnya waktu dan merasa bahwa waktu itu berharga, mengetahui bahwa menyia-nyiakan waktu menjadi sebab hilangnya banyak manfaat, mengetahui bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin ada gantinya, menentukan waktu tertentu untuk sesuatu yang penting dan terus-menerus. Dengan begitu insya Allah kita akan dapat me-manage waktu hingga kita dapat mencapai apa yang telah kita cita-citakan artinya kita dapat memperoleh sebuah kesuksesan.
“Wal ashri, innal insaana lafi khusrin, illal ladzina aamanu wa amilus sholihati watawa shoubil haqqi, watawaa shoubis shobbri.”

0 komentar:

Posting Komentar