Recent Posts

Selasa, 29 Maret 2016

HAKIKAT CINTA

HAKIKAT CINTA
            CINTA, sebuah kata atau ungkapan atau perasaan yang sudah tak asing lagi di mata orang banyak. tak bisa disangsikan lagi, banyak orang yang sering menggunakan kata ini, tapi tak jarang pula orang yang tau akan arti dari kata ini.
            Cinta adalah anugerah terindah dari Allah yang dianugerahkan kepada hamba-Nya. Cinta adalah misteri dalam kehidupan setiap insan. Cinta adalah kata atau perasaan suci yang pasti ada pada diri setiap insan.
            Setiap insan pasti mempunyai insting mencintai, meski obyek atau sasaran dari perasaan ini beragam. setiap pasti pernah dan akan merasakan pahit dan manisnya mencinta. perasaan mencinta seringkali hanya tertuju pada mencintai lawan jenis, padahal yang menjadi obyek dari perasaan ini tak hanya itu, bahkan tertuju pada apa saja yang menjadi kegemaran Si Pecinta.
            Pada dasarnya perasaan cinta merupakan perasaan yang suci, yang bila seseorang mencurahkannya pada sesuatu yang tepat dengan metode yang benar, maka perasaan ini tetap merupakan perasaan lahiriyah yang suci. Akan tetapi, kebanyakan dari kita telah menyelewengkan arti dari mencintai ini dengan mencurahkannya pada sesuatu yang tidak tepat, yang berakibat pada ternodainya perasaan cinta.
            Banyak dan beraneka ragam cinta dalam kehidupan ini. di antaranya ada cinta materi atau mereka yang materialistis. Padahal cinta harta adalah puncak dari kerusakan dan kesalahan. Dan orang yang mencintai akan harta, kesenangan hawa nafsu, gemar hiburan dan bersantai atau yang disebut kalau dalam istilah ajaran satanisme yang didirikan oleh Anton Szandor Lavey, yang identik pada sikap ke-individualisme hingga berpotensi pada kerusakan. Inilah cinta yang telah ternodai.
            Adalagi perasaan cinta pada sesama makhluk khususnya sesama manusia, yang adakalnya masih tergolong cinta suci dan adapula yang malah ternodai. itu semua tergantung pada orangnya. Jika dia mencurahkan cinta pada yang tepat dan benar di mata syari’at, maka kesucian cinta masih terjamin. Tapi jika tidak maka cinta tak lagi suci.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ »
Rasulullah bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah masuk kategori mukmin sempurna hingga kalian saling mencintai. Bukankah telah ku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang  jika kalian melakukannya maka akan terjalin hubungan saling mencintai?Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
            Dari hadits tersebut, jelas bahwa saling mencintai adalah prasarat masuknya kita dalam kategori mukmin sempurna. Tapi cinta di sini tidak serta merta asal mencinta, tapi harus ada dalam koridor agama, yakni harus benar di mata syari’at.
            Tapi hakikat cinta yang suci adalah perasaan cinta pada manusia agung yang sudah sepantasnya kita sebagai umatnya untuk mencintainya mengalahkan yang lainnya, dan yang otomatis menghantarkan kita cinta pada Yang Maha Mencinta. Dialah manusia agung, manusia pilihan dan manusia yang telah sampai pada taraf kesempurnaan karena tidak melakukan dosa sedikitpun, dialah Rasulullah SAW. inilah yang dinamakan dan yang disebut Cinta Suci. Beliau bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ - وَفِى حَدِيثِ عَبْدِ الْوَارِثِ الرَّجُلُ - حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ »
Tidakalah sempurna iman seorang hamba hingga aku lebih ia cintai daripada keluarganya, harta dan seluruh manusia. (HR. Muslim).



Wallahu A’lam…

0 komentar:

Posting Komentar