MENJADI REMAJA PENGGILA SHALAWAT
Teringat
keterangan salah satu ustadz kelas tiga Tsanawiyah bahwa ketika beliau masih
mengembara ilmu di pesantren darul musthafa di yaman, beliau bertemu dengan
segerombolan orang yang sedang bertengkar di tengah jalan, mereka saling
bersitegang dan saling tidak mau kalah satu sama lain. Akan tetapi selang
beberapa menit kemudian datang salah seorang pemuda lainnya seraya mengucapkan
kalimat” Shallu ‘alan Nabi Muhammad” serentak semuanya menjawab seruan
untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad dan menghentikan perseteruan yang nyaris
berakhir perkelahian.
Dari
peristiwa tersebut memberikan indikasi bahwa bacaan shalawat kepada Nabi
Muhammad SAW bukan semata-mata karena kecintaan kepadaNya, melainkan juga mampu
memberikan manfaat yaitu bisa meredam rasa amarah seseorang.
Allah
SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikatnya bershalwat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanNya” QS
Al-Ahzab:56.
Ayat
tesebut begitu jelas sekali memberitahukan tentang keagungan Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT sendiri bershalawat kepadanya, Tak hanya itu juga Allah juga
memerintahkan kepada semua makhluq agar juga bershalawat kepada Nabi.
Al
habib Umar bin Hafidz ketika pergi haji ke tanah mekkah beliau bertemu denga
salah satu ulama asal Syria, lantas ulama’ tersebut bercerita kepada habib Umar
mengenai salah seorang perempuan yang menemuinya dalam kondisi menangis tanpa
henti. Ulama’ tadi kemudian menanyakan perihal kondisinya yang membuat dia
menangis tanpa henti?. Dia menjawab: Sudah tiga hari tiga malam berlalu, akan
tetapi Nabi Muhammad SAW belum juga menemuiku dan aku juga tidak melihatnya.
Ulama’ tadi kembali bertanya: Jadi sebelum ini kamu setiap hari bertemu
Nabi?.Dia menjawab: Iya, setiap malam aku berjumpa dia, Akan tetapi sudah tiga
hari ini aku tidak berjumpa dengannya, aku takut, aku telah berbuat dosa
sehingga membuat beliau marah dan enggan untuk menemuiku lagi. Aku bertaubat
dan aku menangis karena hal ini. Ulama’ tadi bertanya kembali: Berapa kali kamu
bershalawat kepada Nabi setiap hari?. Perempuan tadi menjawab: lima belas ribu
kali. Masya Allah perempuan tersebut dengan shalawatnya sebanyak 15000 kali setiap
hari dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW.
Melihat
sepenggal kisah diatasa selayaknya membuka ruang hati kita untuk selalu
menyebut-nyebut nama Nabi. Akan tetapi realitanya remaja muslim sekarang lebih
suka menyebut dan mencintai nama-nama artis dan pemain sepak bola dari pada
mencintai Nabinya sendiri?. Bahkan tak jarang kita melihat remaja muslim ketika
bertemu bintang idolanya mereka mengejar-ngejar dan mengheluh-eluhkanya. Lebih
parah lagi mereka sampai rela mengoleksi foto-fotonya. Sangat konyol sekali,
para remaja muslim kita mengidolakan artis dan pemain sepak bola hanya karena
ketampanannya, kecantikannya, kemampuannya dalam bernyanyi, berakting ataupun
dalam memainkan sikulit bundar. Sedangkan Rasulullah yang jelas-jelas sempurna
di mata Allah dan manusia mereka lupakan sejarahNya dan perjuangan beliau dalam
menyebarkan islam sampa-sampai beliau rela pertaruhkan nyawanya. Tidak malu kah
kita kepada rasul.? Lupakah kita bagaimana Nabi Muhammad SAW di akhir hayatnya masih
memohon kepada Allah agar meringankan sakitnya sakaratul maut untuk kita,
ummatnya?. apa balas budi kita kepadanya?. Tangisan yang bercampur darah dan
nanah pun tidak akan sampai mampu membalas jasa dan cinta beliau. Akan tetapi cukuplah
dengan bacaan shalawat maka seolah semuanya itu terbayar, bahkan Allah pun akan
membalas shalawat kita menjadi sepuluh kali lipat.
وعن عبد الله بن عمرو بن العاص ، رضي
الله عنهما : أنَّه سمع رسول الله صلى الله
عليه وسلم ، يقول : مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً
، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرا
Tanamkan
rasa cinta kita kepada beliau, sehingga ketika rasa cinta kepadanya sudah
terancap cukup dalam, maka otomatis lidah kita akan sering menyebut-nyebut namanya
dan akan selalu terbayang keindahan dan terang benderangnya wajah serta akhlaq
beliau. Alangkah ruginya bila kita remaja muslim enggan bershalwat kepada Nabi
mengingat benyaknya faidah dan pahala yang terkandung di dalamnya sekaligus akan
menambahkan kecintaan kita kepadaNya. Rasulullah bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ
إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى
فِى رَجُلٍ أَحَبَّ قَوْمًا وَلَمَّا يَلْحَقْ بِهِمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله
عليه وسلم- « الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Dari
Abdillah, dia bertanya kepada rasululah SAW: ya rasul, bagaimana jika
seandainya seseorang mencintai suatu kaum, namun dia belum bertemu dengan
mereka?. Rasul menjawab: seseorang itu akan bersama orang yang dicintainya.
Shallu
‘alan nabi Muhammad. Allahumma shalli wasallim wabarik ‘alaihi.






0 komentar:
Posting Komentar