Recent Posts

Jumat, 25 Maret 2016

MENJADI REMAJA PENGGILA SHALAWAT



MENJADI REMAJA PENGGILA SHALAWAT
            Teringat keterangan salah satu ustadz kelas tiga Tsanawiyah bahwa ketika beliau masih mengembara ilmu di pesantren darul musthafa di yaman, beliau bertemu dengan segerombolan orang yang sedang bertengkar di tengah jalan, mereka saling bersitegang dan saling tidak mau kalah satu sama lain. Akan tetapi selang beberapa menit kemudian datang salah seorang pemuda lainnya seraya mengucapkan kalimat” Shallu ‘alan Nabi Muhammad” serentak semuanya menjawab seruan untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad dan menghentikan perseteruan yang nyaris berakhir perkelahian.
            Dari peristiwa tersebut memberikan indikasi bahwa bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW bukan semata-mata karena kecintaan kepadaNya, melainkan juga mampu memberikan manfaat yaitu bisa meredam rasa amarah seseorang.
            Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bershalwat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanNya” QS Al-Ahzab:56.
            Ayat tesebut begitu jelas sekali memberitahukan tentang keagungan Nabi Muhammad SAW. Allah SWT sendiri bershalawat kepadanya, Tak hanya itu juga Allah juga memerintahkan kepada semua makhluq agar juga bershalawat kepada Nabi.
            Al habib Umar bin Hafidz ketika pergi haji ke tanah mekkah beliau bertemu denga salah satu ulama asal Syria, lantas ulama’ tersebut bercerita kepada habib Umar mengenai salah seorang perempuan yang menemuinya dalam kondisi menangis tanpa henti. Ulama’ tadi kemudian menanyakan perihal kondisinya yang membuat dia menangis tanpa henti?. Dia menjawab: Sudah tiga hari tiga malam berlalu, akan tetapi Nabi Muhammad SAW belum juga menemuiku dan aku juga tidak melihatnya. Ulama’ tadi kembali bertanya: Jadi sebelum ini kamu setiap hari bertemu Nabi?.Dia menjawab: Iya, setiap malam aku berjumpa dia, Akan tetapi sudah tiga hari ini aku tidak berjumpa dengannya, aku takut, aku telah berbuat dosa sehingga membuat beliau marah dan enggan untuk menemuiku lagi. Aku bertaubat dan aku menangis karena hal ini. Ulama’ tadi bertanya kembali: Berapa kali kamu bershalawat kepada Nabi setiap hari?. Perempuan tadi menjawab: lima belas ribu kali. Masya Allah perempuan tersebut dengan shalawatnya sebanyak 15000 kali setiap hari dapat berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW.
            Melihat sepenggal kisah diatasa selayaknya membuka ruang hati kita untuk selalu menyebut-nyebut nama Nabi. Akan tetapi realitanya remaja muslim sekarang lebih suka menyebut dan mencintai nama-nama artis dan pemain sepak bola dari pada mencintai Nabinya sendiri?. Bahkan tak jarang kita melihat remaja muslim ketika bertemu bintang idolanya mereka mengejar-ngejar dan mengheluh-eluhkanya. Lebih parah lagi mereka sampai rela mengoleksi foto-fotonya. Sangat konyol sekali, para remaja muslim kita mengidolakan artis dan pemain sepak bola hanya karena ketampanannya, kecantikannya, kemampuannya dalam bernyanyi, berakting ataupun dalam memainkan sikulit bundar. Sedangkan Rasulullah yang jelas-jelas sempurna di mata Allah dan manusia mereka lupakan sejarahNya dan perjuangan beliau dalam menyebarkan islam sampa-sampai beliau rela pertaruhkan nyawanya. Tidak malu kah kita kepada rasul.? Lupakah kita bagaimana Nabi Muhammad SAW di akhir hayatnya masih memohon kepada Allah agar meringankan sakitnya sakaratul maut untuk kita, ummatnya?. apa balas budi kita kepadanya?. Tangisan yang bercampur darah dan nanah pun tidak akan sampai mampu membalas jasa dan cinta beliau. Akan tetapi cukuplah dengan bacaan shalawat maka seolah semuanya itu terbayar, bahkan Allah pun akan membalas shalawat kita menjadi sepuluh kali lipat.
وعن عبد الله بن عمرو بن العاص ، رضي الله عنهما : أنَّه سمع رسول الله  صلى الله عليه وسلم ، يقول :  مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرا
            Tanamkan rasa cinta kita kepada beliau, sehingga ketika rasa cinta kepadanya sudah terancap cukup dalam, maka otomatis lidah kita akan sering menyebut-nyebut namanya dan akan selalu terbayang keindahan dan terang benderangnya wajah serta akhlaq beliau. Alangkah ruginya bila kita remaja muslim enggan bershalwat kepada Nabi mengingat benyaknya faidah dan pahala yang terkandung di dalamnya sekaligus akan menambahkan kecintaan kita kepadaNya. Rasulullah bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى فِى رَجُلٍ أَحَبَّ قَوْمًا وَلَمَّا يَلْحَقْ بِهِمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
            Dari Abdillah, dia bertanya kepada rasululah SAW: ya rasul, bagaimana jika seandainya seseorang mencintai suatu kaum, namun dia belum bertemu dengan mereka?. Rasul menjawab: seseorang itu akan bersama orang yang dicintainya.
Shallu ‘alan nabi Muhammad. Allahumma shalli wasallim wabarik ‘alaihi.

0 komentar:

Posting Komentar