Recent Posts

Kamis, 24 Maret 2016

PESANTREN SURGA WANITA SALEHAH



PESANTREN SURGA WANITA SALEHAH
Jika kalian adalah santriwati, maka janganlah malu dan risih atas identitas kalian sebagai santriwati. Mengapa bisa demikian?. Coba kalian cermati kehidupan dan gemerlap dunia luar, bagaimana rusaknya tatanan sosial serta bobroknya dan kacau balaunya wanita-wanita yang hidup di luar sana. Mereka begitu bangganya hidup dengan gaya dan style yang katanya trendi, modern dan gaul tanpa memperdulikan apakah hal tersebut sesinergi dengan ajaran islam dan apakah hal tersebut tidak memberikan dampak negatif kepada diri mereka sendiri?. Jangan pernah silau terhadap gaya hidup bebas mereka, dan juga jangan pernah heran terhadap kemewahan mereka, sebab mereka hidup tak ubahnya seperti binatang, dan kemewahan yang mereka rasakan hanyalah bersifat sementara. Meraka asyik berpacaran dan berduaan bersama laki-laki. Kemolekkan mereka di tampilkan untuk konsumsi publik. Naluri kebintangan mereka telah menutupi naluri nalar manusiawinya. Mereka tontonkan kepada masyarakat umum pornoaksi, membuat mereka menjadi budak-budak hafsu belaka.
Mungkin kalau kita analisa faktor utama yang menyebabkan semua itu adalah kurangnya pengetahuan mereka perihal ilmu-ilmu agama. Islam mereka hanyalah berada di KTP saja sehingga mereka begitu mudah terbawa arus budaya barat yang seolah modern akan tetapi malah memebahayakan mereka dan menjadikan mereka semakin jauh dari agama islam.
            Lantas, kemudian muncul pertanyaan, apakah solusi dan jalan yang jitu untuk menangani peristiwa tersebut?. Kalau saya boleh menjawab pertanyaan tersebut, maka tentu saya akan berteriak sekuat tenaga bahwa solusinya adalah pondok pesantren alias menjadi santriwati. Sebab, selain pondok pesantren lebih bersifat tertutup jauh dari hingar bingar dunia yang begitu hina, pesantren juga memberikan pengajaran khusus ilmu-ilmu agama islam. Dengan ilmu agama islam itulah remaja muslimah kita diharapkan merenungi lantas mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Remaja muslimah yang hidup dalam pesantren “santriwati” akan memiliki jiwa yang kokoh dan karakter mapan yang mampu menahan diri untuk tidak larut dan ikut-ikuttan mengikuti gaya hidup barat. Santriwati akan selalu berperilaku sesuai dengan ajaran islam, sehingga akan terpancar cahaya kecantikan dari luar dalam, keikhlasan, kesederhanaan dan keistiqomahan. Puncaknya, remaja muslimah “santriwati”akan bergelar shalehah yang pesona kecantikannya melebihi bahkan membuat iri bidadari surga. Sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
إن نساء الجنة من نساء الدنيا أفضل من الحورالعين
Sesungguhnya kecantikan dan keutamaan Muslimah salehah melebihi kecantikan dan keutamaan bidadari surga yang bermata bening bak mutiara”.
Tak ada yang lebih indah di dunia ini dalam menjalani kehidupan remaja selain menjadi santriwati. Tak ada yang lebih cantik dan berkesan dalam pergaulan remaja ini melebihi kecantikan santriwati yang hidup di pesantren dan di diajarkan tentang kesederhanaan dan kebersamaan. Kesemuanya itu pasti akan melahirkan embrio kecantikan jiwa yaitu akhlak mulia warisan sifat Khodjiah dan Aisyah RA yang meliputi: Besarnya rasa malu, jujur, tidak suka menyakiti orang lain,banyak beramal, jarang melakukan tindakan salah, sopan santun, penyabar, pemaaf, pandai mengendalikan diri, menjaga diri dari hal negatif, santun dalam bergaul dan masih banyak lagi hal baik lainnya.
            Pada akhirnya sosok santriwati haruslah bangga serta harus mempertahankan gelar  atau status kesantriaannya dan pantang terlena oleh arus budaya barat. Kuatkan hati dengan iman, tingkatkan keintelektualan dengan ilmu pengetahuan, dan hiasi perilaku dengan amal. Allahumma ijlna min ahlil ilmi wal ‘amal.Aaamiin.

0 komentar:

Posting Komentar