Recent Posts

PERANAN AJARAN ISLAM BAGI PENDIDIKAN

Indonesia adalah Negara yang mayoritas penduduknya beragama islam

MY TRIP MY STUDY

Guna meningkatkan kualitas tulis menulis santri agar bisa bersaing dalam kancah tulis menulis serta untuk mengkaderisasi para penulis professional, OSMAS salafiyah..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Khurafat Bikin Melarat

khurafat adalah suatu kepercayaan, keyakinan, pandangan dan ajaran yang sesungguhnya tidak memiliki dasar dari agama tetapi...

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 30 Maret 2016

MANUSIA SELESAI

MANUSIA SELESAI

Oleh: Yazid albusthomi

Publik tak lagi kaget, apalagi menangisi terhadap antiklimaks dalam dunia karier poloitik seseorang yang sudah terlalu sering terjadi.
Bunuh diri eksistensial atas tokoh penyelengara Negara menjadi hidangan rutin di media masa. Ada banyak nama yang terkubur dengan batu nisan “koruptor”. Negeri ini pun (berpeluang) menjelma jadi kuburan nama baik, kehormatan, harga diri dan martabat dari banyak tokoh nasional yang gagal melawan godaan korupsi.
            Tidak ada jaminan apapun terkait pejabat public yang memiliki kekayaan melimpah lantas tidak mencuri duit rakyat. Korupsi lebih erat berhubungan dengan kesentosaan dan mutu mentalitas manusia yang memiliki rasa cukup. Mereka para penyelenggara Negara yang memiliki rasa cukup cenderung selamat dari jerat godaan korupsi. Sikap moral yang terkandung di dalam rasa cukup mendorong manusia berdamai dengan dirinya sendiri. Pertarungan melawan segala godaan berupa pamrih material pun selalu dimenanginya.
            Akur dengan diri sendiri lahir dari pergulatan nilai moral yang berlangsung sengit di dalam batin manusia. Manusia yang selalu melihat keatas (dalam konteks kepemilikan material) selalu merasa kurang atas apa yang sudah digenggamnya. Akibatnya manusia selalu mencari dan mengambil secara material demi memenuhi kepuasan yang tanpa ujung. Manusia pun menderita kemiskinan mental dan spiritual, meski depositonya tak terhitung dan kekayaannya super melimpah. Tetap saja mereka merasa sebagai orang kere. Duit dan segala bentuk material menjadi obsesi yang takkan pernah berhenti. Kurangnya rasa bersyukur juga mempengaruhi terhadap mental dan spiritual seseorang. Pun rasa takut miskin ikut andil besar atas maraknya kegiatan korupsi di negeri kita ini. Seperti keinginan berbagi yang sekarang kian dihindari karena takut hartanya berkurang.
            Kekayaan Eksistensial
            Kekayaan adalah himpunan nilai yang menjadi modal bagi manusia melakukan pembudayaan dan pemberadaban diri. Dalam konteks ideaslisasi otomatis orang kaya selalu berbudaya dan beradab. Berbudaya, karena dengan kekayaannya seseorang berpeluang melakuakn berbagai perubahan mental dan spiritual demi mendapatkan kejayaan eksistensial. Beradab, karena dengan nilai-nilai budaya itu manusia memiliki etika dan etos daya cipta tinggi sehingga berkemuliaan hidup.
            Terkait kemuliaan hidup tersebut, inti problem manusia terbesar tercakup dalam lima hal mendasar: etika, logika, saintika, estetika, dan keterampilan teknis. Etika manyuruh manusia berorientasi pada kebaikan moral. Logika mengharuskan manusia untuk bisa rasional dan obyektif. Saintika mendorong manusia memiliki kecukupan ilmu dan pengetahuan agar ekspresi dan aktualisasi dirinya selalu kontekstual-fungsional. Estetika menuntun manusia pada keindahan, kehalusan budi pekerti dan kesantunan prilaku. Adapun keterampilan teknis berhubungan dengan upaya mewujudkan kreativitas, karena kewajiban manusia ialah belajar sepanjang hayat.
            Keterpurukan negeri ini secara kebudayaan dan peradaban salah satunya disebabkan sedikitnya kehadiran manusia “selesai” disetiap lini dan berbagai bidang kehidupan terutama penyelenggara negara, politisi, dan pengusaha.
            Manusia “selesai” ialah manusia yang sukses gemilang mengatasi segala macam godaan duniawi sehingga mampu lahir menjadi manusia baru yang memiliki potensi berupa etika, logika, saintika, estetika, dan keterampilan teknis. Atau juga manusia yang peduli pada kemuliaan hidup dan menghasilkan karya besar kebudayaan demi memperkuat nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
            Kenyataan yang ada adalah manusia masih banyak digelayuti sikap mental “tak pernah merasa cukup” secara serius. Akhirnya peran sosial, politik, dan ekonomi hanya dipahami sebatas wahana perburuan kepentingan dan untung yang berujung pada terpenuhnya obsesi material akibatnya mereka akan bergerak liar, menyeruduk ke segala arah, membobol kantong kekayaan negara hasil pajak, migas, sampai APBN/D.

             Kekuasaan adalah godaan paling manis sekaligus jahat bagi siapa pun. Hanya manusia berkarakter “selalu merasa kurang” yang tergilas menjadi korban. Parahnya, rakyat turut menanggung resiko, padahal tidak menikmati sepeser pun. Indonesia negara yang selamat dan sehat butuh surplus dari para manusia “selesai” yang mampu melampaui kepentingan personalnya. Juga, dari para penyelenggara negara dan politisi yang masih punya rasa malu menumpuk kekayaan sementara rakyat sesak nafas didera kemiskinan dan penderitaan. “Masihkah kalian tega nyolong padahal sudah sangat kaya? Mau ditaruh dimana lagi, coba?”

Selasa, 29 Maret 2016

HAKIKAT CINTA

HAKIKAT CINTA
            CINTA, sebuah kata atau ungkapan atau perasaan yang sudah tak asing lagi di mata orang banyak. tak bisa disangsikan lagi, banyak orang yang sering menggunakan kata ini, tapi tak jarang pula orang yang tau akan arti dari kata ini.
            Cinta adalah anugerah terindah dari Allah yang dianugerahkan kepada hamba-Nya. Cinta adalah misteri dalam kehidupan setiap insan. Cinta adalah kata atau perasaan suci yang pasti ada pada diri setiap insan.
            Setiap insan pasti mempunyai insting mencintai, meski obyek atau sasaran dari perasaan ini beragam. setiap pasti pernah dan akan merasakan pahit dan manisnya mencinta. perasaan mencinta seringkali hanya tertuju pada mencintai lawan jenis, padahal yang menjadi obyek dari perasaan ini tak hanya itu, bahkan tertuju pada apa saja yang menjadi kegemaran Si Pecinta.
            Pada dasarnya perasaan cinta merupakan perasaan yang suci, yang bila seseorang mencurahkannya pada sesuatu yang tepat dengan metode yang benar, maka perasaan ini tetap merupakan perasaan lahiriyah yang suci. Akan tetapi, kebanyakan dari kita telah menyelewengkan arti dari mencintai ini dengan mencurahkannya pada sesuatu yang tidak tepat, yang berakibat pada ternodainya perasaan cinta.
            Banyak dan beraneka ragam cinta dalam kehidupan ini. di antaranya ada cinta materi atau mereka yang materialistis. Padahal cinta harta adalah puncak dari kerusakan dan kesalahan. Dan orang yang mencintai akan harta, kesenangan hawa nafsu, gemar hiburan dan bersantai atau yang disebut kalau dalam istilah ajaran satanisme yang didirikan oleh Anton Szandor Lavey, yang identik pada sikap ke-individualisme hingga berpotensi pada kerusakan. Inilah cinta yang telah ternodai.
            Adalagi perasaan cinta pada sesama makhluk khususnya sesama manusia, yang adakalnya masih tergolong cinta suci dan adapula yang malah ternodai. itu semua tergantung pada orangnya. Jika dia mencurahkan cinta pada yang tepat dan benar di mata syari’at, maka kesucian cinta masih terjamin. Tapi jika tidak maka cinta tak lagi suci.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ »
Rasulullah bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah masuk kategori mukmin sempurna hingga kalian saling mencintai. Bukankah telah ku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang  jika kalian melakukannya maka akan terjalin hubungan saling mencintai?Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
            Dari hadits tersebut, jelas bahwa saling mencintai adalah prasarat masuknya kita dalam kategori mukmin sempurna. Tapi cinta di sini tidak serta merta asal mencinta, tapi harus ada dalam koridor agama, yakni harus benar di mata syari’at.
            Tapi hakikat cinta yang suci adalah perasaan cinta pada manusia agung yang sudah sepantasnya kita sebagai umatnya untuk mencintainya mengalahkan yang lainnya, dan yang otomatis menghantarkan kita cinta pada Yang Maha Mencinta. Dialah manusia agung, manusia pilihan dan manusia yang telah sampai pada taraf kesempurnaan karena tidak melakukan dosa sedikitpun, dialah Rasulullah SAW. inilah yang dinamakan dan yang disebut Cinta Suci. Beliau bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ - وَفِى حَدِيثِ عَبْدِ الْوَارِثِ الرَّجُلُ - حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ »
Tidakalah sempurna iman seorang hamba hingga aku lebih ia cintai daripada keluarganya, harta dan seluruh manusia. (HR. Muslim).



Wallahu A’lam…

SAATNYA KAUM SANTRI MENGKUDETA KAUM AKADEMIS

SAATNYA KAUM SANTRI MENGKUDETA KAUM AKADEMIS
            

           Pengambilan judul ini bukan asal-asalan, melainkan karena memang telah menjadi keharusan bagi segenap santri untuk tanggap memberantas persepsi mayoritas orang yang memandang sebelah mata terhadap kalangan santri. Kebanyakan dari merka menganggap kaum santri adalah kawanan manusia kuper, cupu, ketinggalan zaman, hanya bisa baca kitab, tidak tau dunia luar dan lain sebagainya.
            Untuk itulah, diharapkan bagi santri agar menjadikan hal tersebut bukan sebagai halangan untuk maju, melainkan agar menjadikannya sebagai cambuk untuk maju dan untuk mengembangkan wawasan keilmuannya.
            Sesuai dengan wahyu Allah yang pertama kali diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, kita senantiasa diperintah untuk banyak membaca. Membaca di sini bukanlah hanya diperuntukkan untuk membaca (belajar) ilmu agama saja bagi santri, atau hanya ilmu umum saja bagi para siswa sekolahan formal. Melainkan bebas, baik itu berupa pelajaran yang berbentuk tekstual atau yang bukan, seperti membaca keadaan sekitar kita, baik dalam kompleks kita sendiri ataupun yang di luar kompleks, bahkan luar negeri sekalipun. Wahyu yang pertama turun merupakan motivasi untuk kita banyak membaca dan mengembangkan wawasan kita.
Wahyu inilah yang menjadi motivasi bagi sekalian umat agar mengembangkan IPTEK maupun IMTAQ. Karena di situ disebutkan kata perintah iqra’ yang berarti bacalah, yang mempunyai kandungan makna agar umat sekalian memperbanyak pengetahuannya demi mengembangkan IPTEKnya. Tapi tidak putus sampai di situ, karena jika hanya sampai di situ, maka yang terjadi adalah hilngnya Nur Ilahiyah pada diri mereka. Karena itulah Allah memberikan metode agar IPTEK dan IMTAQ seimbang, yakni dengan menyebutkan bismirabbikalladzî khalaq. Dengan kita menyebut dan ingat akan adanya Allah sebagai sutradara atau dalang dari semua yang kita kerjakan di awal setiap aktifitas kita, maka akan timbul pada diri kita perasaan, pengakuan dan persaksian kita bahwa khalaqal insâna min ‘alaq, kita tak akan mampu melakuakan apapun tanpa kehendak-Nya.
Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan, yang tak hanya berupa ilmu agama, melainkan SAINSpun dapat ditemukan di dalamnya. Itu sebabnya banyak ilmuan barat yang telah mengakui keontetikan Al-Qur’an sebagai wahyu Tuhan. Sebuah keyakinan yang muncul setelah mereka menemukan sejumlah temuan sains modern yang sesuai dengan kandungan Al-Qur’an. Sebagai contoh, Simpson adalah salah seorang ilmuan tahun 1980-an yang pernah mengungkapkan bahwa Al-Qur’an pastilah wahyu Allah karena mampu memprediksi temuan-temuan modern dalam embrio dan genetika. Padahal Al-Qur’an adalah catatan abad ke-7 masehi.
Pendeskripsian Al-Qur’an bukanlah bersumber dari ilmu pengetahuan bad itu. Karena pada zaman itu sudah pasti belum dikenal mikroskop dan teknologi pengamatan belum berkembang. Masih banyak lagi ilmuan lain yang merupakan non muslim yang mengakui keotentikan Al-Qur’an.
Kita kaum muslimin, khususnya sebagai kaum santri, dengan segenap keyakinan kita terhadap kebenaran Al-Qur’an hanya akan menjadi penonton kebesarannya dan tak akan bisa menjadi aktorpemeran ajaran-ajarannya di panggung sejarahkalau kita tidak melakukan pengelolaan yang sistemik dan terprogram.

Berarti mulai detik inilah, tawaran-tawaran teologis (doktrin keagamaan) harus dibarengi dengan kemauan mengelola sehingga kandungan Al-Qur’an dan pesan-pesannya benar-benar menjadi wujud nyata dan dapat membawa penganutnya ke arah cita-cita kesejahteraan dunia akhirat. Dan jika kita mampu melakukannya, kita tidak hanya mahir dalam bidang keagamaan semata, melainkan juga mahir di dunia teknologi. Dan kita akan bisa mengkudeta kesolidan kaum akademis selama ini, karena mereka hanya mahir di dunia teknologi saja tanpa memperhatikan IMTAQ.

BID'AH DALAM AQIDAH

Oleh: Yazid Albusthomi

            Sekilas, kehadiran suatau agama dapat memicu pada pertentangan atau perpecahan diantara pengikutnya. Ini bisa disebabkan karena di dalam ajaran Islam terdapat beragam perbedaan, baik itu pada tatanan keyakinan (aqidah) maupun cara beribadah (syariat). Jika sederetan perbedaan ini tidak ditempatkan secara proporsional dan seimbang, kemungkinan besar akan terjadi benturan ideologi. Disinalah awal mulanya terbentuk kelompok yang dengan seenaknya menuduh bid’ah kelompok yang dianggap benar oleh sebagian.
            Sesuatu yang diada-adakan oleh manusia dalam urusan agama, itulah yang disebut bid’ah. Atau yang biasa dikenal, suatu perbuatan baru yang belum pernah ada di zaman Rasulullah saw. dulu. Baik bid'ah yang berkaitan dengan aqidah, maupun bid'ah yang berkaitan dengan amalan (syariat). Bid'ah-bid'ah ini merupakan salah satu jenis perkara yang diharamkan. Namun, berbeda dengan kemaksiatan yang biasa dilakukan ditengah masyarakat.
            Sesungguhnya pelaku bid'ah ini berusaha mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan perantara bid'ah-bid'ah tersebut, namun ia mempunyai anggapan bahwa dengan bid'ahnya itu dia telah melakukan ketaatan terhadap Allah swt. dan beribadah kepada-Nya. Dan inilah yang paling membahayakan.
            Bid'ah bisa berupa keyakinan yang bertentangan dengan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. dan ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Dan bid'ah untuk jenis ini kita sebut dengan bid'ah dalam segi aqidah (al-bid'ah al-i'tiqadiyyah) atau juga bisa dikatakan bid'ah dalam ucapan (al-bid'ah al-qawliyyah). Tandanya, mereka sering mengatakan sesuatu tentang Allah swt. yang tidak didasari dengan ilmu pengetahuan.
            Perkara ini termasuk salah satu perkara haram yang sangat besar, kata Ibnu Qayyim. Allah swt. berfirman: "Katakanlah; 'Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah swt. dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah swt. apa yang tidak kamu ketahui.'" (QS. al-A'raf: 33)
            Kedua macam bid'ah tersebut mempunyai hubungan erat satu sama lain. Jarang sekali bid'ah yang terpisah satu dengan lainnya. Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah pernah berkata, "Hakikat dikawinkannya kekafiran dengan bid'ah adalah lahirnya kerugian di dunia dan akhirat". Bid'ah lebih dicintai oleh Iblis daripada kemaksiatan, karena hal itu cenderung bertentangan dengan nilai-nilai agama. Selain itu, orang yang melakukan bid'ah merasa tidak perlu bertobat, dan kembali kepada jalan yang benar. Bahkan dia malah mengajak orang lain untuk menjalankan bid'ah itu bersama-sama. Seluruh isi bid'ah itu bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Allah swt. dan Rasul-Nya. yakni menolak semua ajaran agama yang ada dan diakui kredibilitasnya .
            Ia mendukung orang-orang yang memusuhi Islam, dan memusuhi orang-orang yang mendukungnya. Ia menetapkan apa yang sudah di-nafi-kan oleh agama, dan me-nafi-kan apa yang telah ditetapkan oleh agama.
            Semua bid’ah yang ada tidak selalu sama takarannya. Ada bid'ah yang berat dan ada pula bid'ah yang ringan. Ada bid'ah yang disepakati dan ada pula bid'ah yang diperdebatkan. Bid'ah yang berat ialah bid'ah yang dapat menjadikan pelakunya sampai kepada tingkat kekufuran. Na’udzubillah.. Misalnya, kelompok-kelompok yang keluar dari dogma-dogma Islam. Kelompok yang  termasuk dalam kategori ini antara lain; Nashiriyah, Druz, Syi'ah Ekstrim dan Ismailiyah yang beraliran kebatinan.
            Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ghazali: "Secara lahiriah mereka menolak, dan secara batiniah mereka kufur." Ditambah dengan perkataan Syaikh Ibn Taimiyah, "Mereka lebih kufur daripada orang Yahudi dan Nasrani, dan oleh sebab itu perempuan mereka tidak boleh dinikahi, sembelihan mereka pun tidak boleh dimakan. Padahal sembelihan Ahli Kitab boleh dimakan dan wanita mereka boleh dinikahi".
            Ada juga bid’ah berat yang tidak sampai membuat pelakunya menjadi kufur, namun, hanya sebatas fasiq. Yaitu fasiq di bidang aqidah. Pelaku bid'ah macam ini kadang-kadang shalatnya paling lama dibandingkan yang lain. Mereka mendapatkan banyak pahala karena banyak berpuasa dan membaca al-Qur'an. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang-orang Khawarij.
            Letak kerusakan mereka bukan pada perasaan mereka, tapi pada akal pikiran mereka yang enggan dan membatu. Akibatnya, mereka ‘hobi’ membunuh kalangan Islam sendiri tanpa diperintah dan membiarkan orang-orang yang bersujud terhadap berhala. Khawarij tidak sendirian dalam bid’ah macam ini, ada juga Rafidhah, Qadariyah, Mu'tazilah dan mayoritas kelompok Jahmiyah, yang setia mengikutinya.
            Ada bid'ah yang termasuk kategori bid'ah yang ringan, biasanya bid’ah semacam ini berasal dari kesalahan dalam melakukan ijtihad, atau salah dalam menggunakan dalil, bid'ah seperti ini sama dengan dosa-dosa kecil yang sering kita kerjakan. Di samping itu, ada pula bid'ah yang masih diperselisihkan. Artinya, ada kelompok yang menetapkan bahwa suatu perkara termasuk bid'ah tetapi kaum Muslimin yang lainnya tidak mengatakan hal itu bid'ah. Contohnya, tawassul kepada Rasulullah saw. dan hamba-hamba Allah swt. yang salih. Perkara ini, kata Imam Hasan al-Banna dan dikutip oleh Imam Muhammad bin Abdul Wahab, adalah amalan furu'iyah bukan termasuk masalah aqidah dan pokok-pokok agama.
            Sesungguhnya, bid'ah tidak berada pada tingkatan yang sama, begitu pula orang yang melakukannya. Ada orang yang menganjurkan untuk berbuat bid'ah (bid’ah hasanah) ada pula orang yang hanya sekadar ikut melakukan bid'ah dan tidak mengajak orang lain untuk melakukannya. Semua kelompok memiliki keterkaitan hukum yang berbeda-beda.

Sumber: http://media.isnet.org/islam/Qardhawi

SAHABAT SEJATI


SAHABAT SEJATI
Teman atau sahabat adalah orang yang selalu berada disamping kita, bersama dan menemani saat suka maupun duka. Menemukan seorang sahabat itu lebih sulit dibanding mencari musuh.  Mencari sahabat tak sekedar klik seperti saat menambah jumlah teman, atau following di Social Network. Semua orang membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang bisa mendapatkannya. Memiliki satu orang sahabat saja itu jauh lebih baik dibanding memiliki seribu teman yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya, sahabat memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, hidup terasa hampa tanpa hadirnya sahabat dalam kehidupan kita.
Sahabat sejati bukan hanya sekedar sahabat biasa, sebab sahabat sejati yang baik dan benar adalah mereka yang selalu mengingatkan kita ketika kita melakukan kesalahan dan terus berada disamping kita saat kita diterpa badai.
Sahabat sejati tak kan pernah membiarkan kita tersesat lebih jauh, ia kan selalu mendermakan dirinya untuk terus mengingatkan kita di saat kita lalai atau tersesat. Sahabat sejati bukanlah mereka yang membiarkan bahkan mendukung kesalahan kita. Sahabat sejati adalah mereka yang selalu memberikan support, motivasi, nasihat dan juga bisa menjadi inspirasi kita dalam meniti kehidupan.
Sahabat sejati tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri untuk menegur apa adanya. Salah jika ada orang yang mengatakan rela melakukan kecerobohan artinya melakukan hal terlarang demi sahabat.
Berjalan dengan seorang sahabat dalam kegelapan malam jauh lebih baik daripada berjalan sendirian ketika terang benderang. Karena jika kita berjalan bersama sahabat di saat gelap gulita niscaya kita akan merasa tenang karena ada teman yang akan menemani kita menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Namun jika kita berjalan sendiri meski di saat terang benderang, niscaya kita akan menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi dengan sendiri.
Kelemahan kita adalah kelebihan sahabat kita, kelebihan yang ada dalam diri kita adalah bagian dari kehebatan mereka. Semua kelebihan yang kita miliki tak ubahnya adalah bagian dari kelebihan yang dimiliki mereka, hal itu dikarenakan sahabat sejatilah yang mendorong kita untuk selalu menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Sahabat yang baik tidak akan membuka aib kita, walau diantara kita sedang terjadi perselisihan. Inilah bentuk kepedulian mereka akan ikatan persahabatan yang sangat mahal. Mereka selalu mengungkapan kebaikan kita di hadapan orang lain, itu semua ia lakukan demi kita, agar orang lain menilai kita adalah orang baik yang samasekali tidak memiliki aib.
Tak kenal maka tak sayang, maka kenalilah sahabat-sahabat kita agar mereka menyayangi kita dan kitapun bisa mengerti apa dan bagaimana mereka. Dengan saling mengenal maka akan muncul saling menyayangi di antara kita dan mereka, dan kita bisa saling mengerti bagaimana bagaimana situasi dan kondisi masing-masing.
Itulah sekelumit kumpulan dari kata-kata mutiara dan makna dari sahabat sejati. Semoga kita dapat mendapatkan sosok sahabat sejati dan semoga kita mampu menjadi sahabat sejati bagi mereka yang mendermakan dirinya untuk menjadi sahabat sejati bagi kita. Serta mampu menghargai makna dibalik persahabatan, ketahuilah bahwa ada orang-orang yang berharga dan tak ternilai dibalik kebahagiaan kita selama ini yang telah men-support, memberikan motivasi, nasihat dan inspirasi sehingga kita bisa meraih kesuksesan dan apa yang kita capai saat ini. Semoga kata-kata bijak persahabatan ini dapat bermanfaat untuk kita semuanya.
Dan mari kita renungkan dan ingat-ingat sebuah perkataan indah ini: “Dalam percintaan ada istilah mantan, namun dalam persahabatan tidak akan pernah ada istilah mantan sahabat.” 

Senin, 28 Maret 2016

KH. ABDURROHMAN BIN AHMAD QUSYAIRI

           KH. Abdurrohman bin Ahmad Qusyairi bin Shiddiq bin Sholeh atau lebih yang dikenal dengan julukan yai haji adalah sosok seorang yang dikenal oleh masyarakat dengan kedermawanan dan perwira sehingga konon ceritanya beliau pernah jadi buronannya orang-orang Jepang yang pada saat itu Indonesia dalam jajahannya. Beliau termasuk saudara sepupu dari KH. Abdul Hamid bin Abdulloh bin Umar dari jalur ayahnya yaitu ibu KH. Abdul Hamid yakni Ibu Nyai Royhanah itu saudara kandung KH. Ahmad Qusyairi.
            Beliau dididik oleh oreng tuanya dengan jiwa keagamaan yang solid sehingga beliau dihabiskan waktu pendidikannya didunia pesantren, diantaranya PP.Sidogiri, Lasem, PP.Ginggong (KH. Hasan). Tetapi untuk di PP. Ginggong ini ceritanya beliau tidak ada niatan mondok disitu karena beliau awalnya hanaya mengirim kakaknya yang mondok disitu yaitu KH. Hasan Abdillah, kemudian beliau merasa nyaman(krasan) dipondok tersebut akhirnya beliau menetap disitu sambil menuntut ilmu bersama kakaknya tersebut  hingga berbulan-bulan tetapi tidak sampai satu tahun penuh. Ketika pendidikan beliau dipesantren sudah berakhir alias tamat, beliau aktif membantu KH. Abdul hamid memangku PP.Salafiyah Pasuruan, terbukti beliau menjadi ketua pondok ketika KH. abd Hamid menjadi pengasuh.


Tentunya segenap apa yang telah di raih oleh KH. Abdurrahman tidaklah mungkin beliau raih secara Cuma-Cuma tanpa jerih Payah dan usaha yang keras dari pada beliau, jelas terlihat bagaimana beliau sangatlah tekun dalam mengamalkan kitab dalail al-khoirot, serta gemar dalam menjalankan ibadah sunnah, mulai dari sholat-sholat sunnah rowatib hingga sholat syukur, bahkan sholat birrul walidain pun beliau laksanakan. Sangat sulit mencari kembali sosok seperti yai haji yaitu sapaan beliau dari para santri, dimana beliau sangatlah berpegang teguh dan mengikuti jejak langkah leluhur pendahulunya yakni KH. Abdul hamid dan KH. ahmad Qusyari dalam hal ibadah, tidak terpikat dengan dunia, memiliki pengetahuan tentang akhirat, dan ilmu agamanya hanya untuk mengantarkan ridha Allah. Beliau selalu berpesan ke pada semua orang agar supaya senantiasa melakukan shodaqoh dan jangan meninggalkan ibadah alias selalu berpegang teguh kepada sunah-sunah baginda Nabi Muhammad SAW.
KH. Abdurrahman juga tipikal ulama yang solid dalam memegang paradigma agama, sekalipun itu nyawa taruhannya,. Dalam mengaplikasikan syareat beliau terhitung sangat ketat, meski perkaranya terlihat sangat kecil atau di anggap remeh oleh kebanyakan orang,. Prinsip demikian ini beliau pegang teguh demi menggapai keridhoaan Allah dan Rasullulah SAW. Ia juga sangat wara’ dan sangat berhati-hati alam mengelola harta titipan orang lain. Beliau wafat pada hari Jum’at 25 Robi’utsani 1434. usia beliau 83 tahun. beliau disholati di Masjid agung Al-Anwar Pasuruan dan dimakamkan dikomplek makam belakang masjid tersebut.

Khurafat Bikin Melarat

Khurafat yaitu menghubungkan suatu peristiwa yang terjadi dengan suatu perkara yang menutup akal. Kata khurafat berasal dari bahasa arab: al-khurafat yang berarti dongeng, legenda, kisah, cerita bohong, asumsi, dugaan, kepercayaan dan keyakinan yang tidak masuk akal, atau akidah yang tidak benar. Mengingat dongeng, cerita, kisah dan hal-hal yang tidak masuk akal di atas umumnya menarik dan mempesona, maka khurafat juga disebut “al-hadis al-mustamlah min al-kidb”, cerita bohong yang menarik dan mempesona.
            Sedangkan secara istilah, khurafat adalah suatu kepercayaan, keyakinan, pandangan dan ajaran yang sesungguhnya tidak memiliki dasar dari agama tetapi diyakini bahwa hal tersebut berasal dan memiliki dasar dari agama. Dengan demikian, bagi umat Islam, ajaran atau pandangan, kepercayaan dan keyakinan apa saja yang dipastikan ketidak benaranya atau yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan Hadis nabi, dimasukan dalam kategori khurafat.
            Khurâfat secara bahasa berarti takhayul, dongeng atau legenda  Sedangkan khurâfy adalah hal yang berkenaan dengan takhayul atau dongeng. Dalam kamus munawir khurafat diartikan dengan: hal yang berkenaan dengan kepercayaan yang tidak masuk akal (batil).
Pengertian khurâfat dalam Islam Khurâfat ialah semua cerita sama ada rekaan atau khayalan, ajaran-ajaran, pantang-larang, adat istiadat, ramalan-ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam .
            Berdasarkan pengertian di atas, khurâfat mencakup cerita dan perbuatan yang direka-reka dan bersifat dusta. Begitu juga dengan pemikiran yang direka-reka merupakan salah satu bentuk khurafat.
            Jadi, khurâfat mencakup cerita dan perbuatan yang direka-reka dan bersifat dusta, begitu juga dengan pemikiran yang direka-reka merupakan salah satu bentuk khurafat. contoh khurafat:
·     Menanam sebatang pohon pisang di halaman atau di samping rumah yang baru selesai dibangun dianggap dapat membawa sial pada penghuni rumah itu.
·     Jika tanaman hias tertentu yang ditanam dalam tempat bunga di rumah berdaun lebat, dianggap dapat menurunkan banyak rezeki.
·     Jika kejatuhan cicak, maka di anggap akan tertimpa sial.
·     Cabai merah disajikan ketika terjadi hujan berhari-hari. Mengapa? Karena mereka menganggap dengan itu hujan akan cepat berhenti.
            Di antara faktor-faktor yang mendorong terjadinya khurâfat ialah :

1. Mudah mempercayai benda-benda takhayul
2. Dangkalnya ilmu agama
3. Terpengaruh dengan kelebihan seseorang atau sesuatu benda
4. Terlalu berlebihan dalam berperasangka, menuruti hawa nafsu, taklid buta dan berpegang pada kepercayaan tanpa bukti yang benar akan melahirkan masyarakat yang rapuh. Ummat mudah roboh karenanya.
Maka khurâfat dan takhayul semestinya harus dijauhi oleh pribadi setiap muslim.

            Solusi Islam dalam mengembalikan ummat pada akidah shahihah
            Untuk menanggulangi khurâfat dan takhayul yang terjadi pada masyarakat, perlu usaha setiap muslim utamanya santri untuk benar-benar mendalami ilmu agama. sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis nabi Saw.:
" Aku telah tinggalkan kamu dua perkara selama mana kamu berpegang teguh dengannya, tidak akan sesat selama-lamanya iaitu al-Quran dan sunnahku"
                        Walahua'lam bisshawab

محاسبة النفس (INTROSPEKSI DIRI)

INTROSPEKSI DIRI
(Untuk Menjadi Orang Yang Berkepribadian Kharismatik Dan Menarik)

            Untuk menjadi orang yang memiliki kepribadian kharismatik dan menarik adalah dengan cara mengenali diri sendiri. Karena sesuatu yang paling berharga adalah diri sendiri. Dengan mengenali diri sendiri maka kita akan mengenal Allah. Jadi kenali diri sendiri dari segi kelebihan maupun kekurangan yang kita miliki. Dengan hal itulah niscaya kita akan memiliki kepribadian yang kharismatik.
            Berikut adalah beberapa pertanyaan yang harus kita jawab dengan jawaban yang sesuai dengan kenyataan, bukan mana yang terbaik. Jawab dengan jawaban “Ya”, “Sampai Taraf Tertentu” atau “Tidak”. Pertanyaan berikut dapat membantu kita mengenali diri kita sendiri (kelebihan maupun kekurangan):

No
Pertanyaan
Jawaban
1
Apakah anda yakin mampu mengembangakan sikap positif (sabar, cerdas, cakap) atau menghilangakan sikap negative (marah, rendah diri, gagal berkomunikasi dengan orang lain) dari diri anda?

2
Dalam berdiskusi dengan orang lain, apakah anda suka bersikeras dengan pendapat anda demi tujuan memenangkan argument anda tanpa memperdulikan sikap atau cara anda dalam berdiskusi?

3
Apakah anda bersedia berbincang-bincang dengan orang yang anda kenal maupun  tidak anda kenal di tengah jalan?

4
Jika anda punya masalah pribadi, apakah anda suka menyampaikannya kepada rekan-rekan anda?

5
Apakah anda pernah membaca buku tentang etika atau seni berinteraksi/bergaul dengan orang lain?

6
Apakah merasa senang dengan hubungan anda selama ini dengan orang-orang di sekitar anda (isteri, orang tua, anak, rekan-rekan, kerabat)?

7
Apakah anda selalu minta maaf ketika sadar telah melakukan suatu kesalahan kepada orang lain?

8
Apakah ada orang-orang yang samasekali anda tidak mau menemuinya selamanya?

9
Apakah anda selalu mengucapkan “terima kasih” kepada orang lain yang telah membantu atau yang telah berbuat baik kepada anda?

10
Menurut anda, apakah prilaku tertentu dari para pemimpin, direktur, komisaris, dll merupakan bentuk dari sikap hipokrit (munafik)?

11
Apakah anda merasa sebagian rekan anda menjauhi anda dan menghindari perkumpulan/rapat di mana anda terlibat di dalamnya?

12
Apakah anda selalu berusaha dengan tulus dalam setiap melakukan suatu amaliah?

13
Dalam berinteraksi dengan orang lain, apakah anda selalu menempatkan mereka sebagai pribadi independen dengan karakter yang khas, meskipun karakter tersebut bertentangan dengan karakter anda?

14
Apakah anda selalu menuntut balasan yang sama dari orang lain atas sikap anda? Misalnya menuntut orang lain agar menghormati anda sebagaimana anda menghormatinya, atau mereka harus selalu membantu anda sebaimana anda selalu membantunya.

15
Apakah orang lain sering menilai anda sombong atau suka membanggakan diri?

16
Apakah anda selalu memperhatikan penampilan dan kerapian diri anda?

17
Apakah anda merasa malas mengunjungi keluarga, kerabat atau rekan-rekan anda? Atau apakah anda malas untuk menanyakan salahsatu dari mereka yang tidak hadir/absen?

18
Apakah tiba-tiba anda merasa kepribadian diri anda seperti bunga karang saat anda bertemu dengan orang yang berkepribadian, prilaku, kebiasaan dan cara bicaranya mengagumkan anda?

19
Apakah anda sadar bahwa sudut pandang atau pendapat anda hanya merupakan slahsatu sisi dari sebuah kebenaran dan mungkin juga suatu saat terbukti salah?

20
Apakah anda selalu bersabar dengan apa yang anda alami?

Kesemua pertanyaan di atas hanya anda sendiri yang tau jawabannya, karena menyangkut kepribadian anda.


Kesimpulan:
Ø  Berikan nilai 5 untuk setiap jawaban “Ya” yang anda berikan terhadap pertanyaan –pertanyaan no. 1, 3, 5, 6, 7, 9, 13, 16, 19.
Ø  Berikan nilai 5 untuk setiap jawaban “Tidak” yang anda berikan terhadap pertanyaan-pertanyaan no. 2, 4, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 20.
Ø  Berikan nilai 2 untuk setiap jawaban “Sampai Taraf Tertentu”.
Ø  Jika anda mendapatkan nilai antara 68-100, maka SELAMAT! Anda telah benar-benar berkepribadian kharismatik dan menarik. Untuk mempeluas pengetahuan anda, silahkan baca buku The Great Personality.
Ø  Jika anda mendapatakan nilai antara 85-76, maka SELAMAT! Anda berada satu tangga di bawah kepribadian kharismatik. Anda perlu sedikit mengembangkan keterampilan anda.
Ø  Jika anda mendapatkan nilai antara 65-75, maka anda adalah pribadi yang ambisius, hanya saja anda kurang memahami beberapa konsep tentang membangun komunikasi yang baik. Untuk mengetahui letak kekurangan anda dan cara mengatasinya, silahkan anda baca buku The Great Personality. Insyaallah buku tersebut dapat mengatasinya.
Ø  Jika anda mendapatkan nilai antara 65-50, maka anda termasuk yang berkepribadian biasa. Hanya sayang, anda banyak mengalami masalah dalam bergaul dengan orang lain, meskipun tidak secara terus-menerus. Karena itulah, diperlukan pengetahuan prinsip-prinsip membangun interaksi baik, dan keterampilan bergaul di tengah masyarakat. Maka anda harus membaca buku The Great Personality dan juga buku-buku lain yang dapat membangun interaksi baik dan keterampilan bergaul.
Ø  Jika anda mendapat nilai kurang dari 50, maka anda betul-betul berada dalam masalah. Anda diharuskan mengevaluasi sebagian besar prilaku anda. Maka anda diharuskan membaca buku The  Great Personality sampai tuntas dan selanjutnya giat melatih prilaku anda. Jika tetap tidak ada perkembangan pada kepribadian anda,  maka kami anjurkan anda mencari buku-buku yang benar-benar dapat membantu anda dan juga anda kami sarankan mengikuti pelatihan atau kursus tentang seni pergaulan.

Selanjutnya untuk mengenal rahasia-rahasia kepribadian kharismatik, maka anda harus membaca 38 Rahasia Kepribadian Kharismatik dalam buku The Great Personlaity.