Recent Posts

Kamis, 24 Maret 2016

JURUS JITU METODE DAKWAH NABI



JURUS JITU METODE DAKWAH NABI
            Islam adalah agama rahmat bagi seluruh ummat manusia di alam semesta, dan agama islam haruslah disebarkan di seluruh jagat raya. Mengapa demikian? Karena agama islam selain menjadi satu-satunya agama yang diridloi oleh Allah, juga sebagai agama yang jika di contohkan ibarat mahasiswa S2 atau S3, sedangkan agama selain islam ibarat siswa SD atau SMP, maka sangat wajar sekali jika mahasiswa S2 atau S3 tadi mengajak siswa SD dan SMP untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 atau S3. Bukan malah sebaliknya.
            Akan tetapi dalam menyampaikan ajaran islam ke suluruh penjuru dunia diperlukan setrategi khusus dan orang-orang yang tulus sekaligus mempunyai kemauan kuat dalam menyampaikan misi-misi dakwah agar supaya memperoleh hasil yang baik, karena sudah menjadi keniscayaan dalam menjalankan dakwah pasti ditemukan banyak tantangan dan rintangan.
            Allah SWT berfirman dalam Al Quran, surat An-nahl ayat 125:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan berbantahlah dengan mereka dengan cara yang baik.Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya. Dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
            Ayat di atas menunjukkan metode atau konsep dakwah bagi seorang dalam menyampaikan risalah Nabi. Pertama, Dakwah harus disampaikan dengan AL-HIKMAH. Yang dimaksud dengan hikmah disini meliputi cara-cara bijak yang kiranya mampu membawa magnet bagi  masyarakat sebagai obyek dakwah.Tentunya harus dibekali ilmu pengetahuan terlebih dahulu dan yang juga yang tak kalah pentih dalam konteks hikmah disini adalah harus mendahulukan ibda’ binaksik, sehingga dengan demikian memberikan bukti bahwa apa yang disampaikan tersebut selaras dengan perbuatan. Bukan malah seperti aliran yang mengkafir-kafirkan dan menyesat-nyesatkan terhadap masyarakat yang masih awam dengan ilmu agama.
            Nabi Muhammad sendiri sebelum beliau menjadi utusan sudah menampakkan sifat-sifat keteladanan,. Terbukti sejak dari masa kecilnya beliau sudah terkenal dengan julukan AL-AMIN. Sehingga ketika beliau berdakwah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kedua: AL-MAUIDHOTIL-HASANAH (memberikan nasihat yang baik). Nasehat yang baik merupakan salah satu otot  dalam metode dakwah. Ikhlas dan karena Allah SWT semata haruslah menjadi harga mati dalam penyampaian nasehat. Satu poin lagi yang harus di ingat dalam penyampaian nasehat, yaitu mengetahui watak , situasi dan kondisi dari masyarakat yang di nasehatinya.
Sejalan dengan sabda Nabi SAW:
عن عاشة ضيالله عنها قالت قال رسول الله عليه وسلم: نحن معاشر الانبيا امرنا ان ننزل الناس منازلهم ونكلمهم على قدر عقولهم (رواه ابو داود)
Kami para nabi-nabi itu diperintahkan menempatkan manusia sesuai dengan fungsi kedudukannya, serta berkata menurut kadar kemampuan intelektualnya.”
            Andaikan metode-metode diatas mendapati hambatan dan cenderung menimbulkan bantahan argumentasi entah itu muncul dari masyarakat non muslim atau  dari muslim sendiri yang berbeda faham dengan pemahaman ahlusunnah waljamaah, maka haruslah menggunakan ketiga yaitu  AL-MUJADALAH BIL-LATI HIA AHSAN, (berdiskusi dengan baik-baik.). Mujadalah disini bisa berbentuk karya tulisan atau berbentuk forum diskusi umum. Akan tetapi dengan catatan harus dilakukan dengan mengutamakan sikap lemah lembut untuk menarik lawan argumentasinya agar menerima argumen kita. Contoh kecilnya: orang-orang wahabi selama ini banyak mengkritisi ulama’-ulama’ kita serta karya kitab-kitabnya. Mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh ulama’-ulama’ kita semuanya mengandung bid’ah, dan kitab-kitab yang mereka karang juga berisikan bid’ah. Maka dari itu kita perlu memberikan bantahan dan klarifikasi berbentuk tulisan buku ataupun kitab kepada mereka yang mempunyai anggapan demikian. Ataupun mengajak mereka melakukan argumentasi ilmiyah yang dibangun dengan konsep islam.
Mengutip perkataan Habib Umar bin Hafidz:
طريق دعوة خير الورى والأنام, بالفعل والقول وحسن الكلام.
Metode dakwah Nabi Muhammad SAW adalah dengan perbuatan, argumentasi, dan perkataan yang sopan.”
            Jika semua cara di atas sudah di laksanakan akan tetapi belum membuahkan hasil, maka tak perlu bersedih hati dan berputus asa. Dakwah seseorang tidak berarti harus diterima oleh semua lapisan masyarakat. Jalan terakhirnya adalah pasrah dan berdoa kepada Allah. Karena hanya Allah lah yang memiliki wewenang untuk memberikan hidayah kepada seseorang.
Wallahua’lam bis sawaaaaaaab…………………………..

0 komentar:

Posting Komentar