JURUS JITU METODE DAKWAH NABI
Islam
adalah agama rahmat bagi seluruh ummat manusia di alam semesta, dan agama islam
haruslah disebarkan di seluruh jagat raya. Mengapa demikian? Karena agama islam
selain menjadi satu-satunya agama yang diridloi oleh Allah, juga sebagai agama
yang jika di contohkan ibarat mahasiswa S2 atau S3, sedangkan agama selain
islam ibarat siswa SD atau SMP, maka sangat wajar sekali jika mahasiswa S2 atau
S3 tadi mengajak siswa SD dan SMP untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2
atau S3. Bukan malah sebaliknya.
Akan
tetapi dalam menyampaikan ajaran islam ke suluruh penjuru dunia diperlukan
setrategi khusus dan orang-orang yang tulus sekaligus mempunyai kemauan kuat
dalam menyampaikan misi-misi dakwah agar supaya memperoleh hasil yang baik,
karena sudah menjadi keniscayaan dalam menjalankan dakwah pasti ditemukan
banyak tantangan dan rintangan.
Allah
SWT berfirman dalam Al Quran, surat An-nahl ayat 125:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ
بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah
(manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
berbantahlah dengan mereka dengan cara yang baik.Sesungguhnya Tuhanmu dialah
yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya. Dan dialah
yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Ayat
di atas menunjukkan metode atau konsep dakwah bagi seorang dalam menyampaikan
risalah Nabi. Pertama, Dakwah harus disampaikan dengan AL-HIKMAH. Yang
dimaksud dengan hikmah disini meliputi cara-cara bijak yang kiranya mampu
membawa magnet bagi masyarakat sebagai
obyek dakwah.Tentunya harus dibekali ilmu pengetahuan terlebih dahulu dan yang
juga yang tak kalah pentih dalam konteks hikmah disini adalah harus
mendahulukan ibda’ binaksik, sehingga dengan demikian memberikan bukti
bahwa apa yang disampaikan tersebut selaras dengan perbuatan. Bukan malah
seperti aliran yang mengkafir-kafirkan dan menyesat-nyesatkan terhadap
masyarakat yang masih awam dengan ilmu agama.
Nabi
Muhammad sendiri sebelum beliau menjadi utusan sudah menampakkan sifat-sifat
keteladanan,. Terbukti sejak dari masa kecilnya beliau sudah terkenal dengan
julukan AL-AMIN. Sehingga ketika beliau berdakwah mendapat sambutan
positif dari masyarakat. Kedua: AL-MAUIDHOTIL-HASANAH (memberikan
nasihat yang baik). Nasehat yang baik merupakan salah satu otot dalam metode dakwah. Ikhlas dan karena Allah
SWT semata haruslah menjadi harga mati dalam penyampaian nasehat. Satu poin
lagi yang harus di ingat dalam penyampaian nasehat, yaitu mengetahui watak ,
situasi dan kondisi dari masyarakat yang di nasehatinya.
Sejalan dengan sabda Nabi SAW:
عن
عاشة ضيالله عنها قالت قال رسول الله عليه وسلم: نحن معاشر الانبيا امرنا ان ننزل
الناس منازلهم ونكلمهم على قدر عقولهم (رواه ابو داود)
“Kami para nabi-nabi
itu diperintahkan menempatkan manusia sesuai dengan fungsi kedudukannya, serta
berkata menurut kadar kemampuan intelektualnya.”
Andaikan metode-metode diatas mendapati hambatan dan
cenderung menimbulkan bantahan argumentasi entah itu muncul dari masyarakat non
muslim atau dari muslim sendiri yang
berbeda faham dengan pemahaman ahlusunnah waljamaah, maka haruslah menggunakan
ketiga yaitu AL-MUJADALAH BIL-LATI
HIA AHSAN, (berdiskusi dengan baik-baik.). Mujadalah disini bisa berbentuk
karya tulisan atau berbentuk forum diskusi umum. Akan tetapi dengan catatan
harus dilakukan dengan mengutamakan sikap lemah lembut untuk menarik lawan
argumentasinya agar menerima argumen kita. Contoh kecilnya: orang-orang wahabi
selama ini banyak mengkritisi ulama’-ulama’ kita serta karya kitab-kitabnya.
Mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh ulama’-ulama’ kita semuanya
mengandung bid’ah, dan kitab-kitab yang mereka karang juga berisikan bid’ah.
Maka dari itu kita perlu memberikan bantahan dan klarifikasi berbentuk tulisan
buku ataupun kitab kepada mereka yang mempunyai anggapan demikian. Ataupun
mengajak mereka melakukan argumentasi ilmiyah yang dibangun dengan konsep
islam.
Mengutip perkataan Habib
Umar bin Hafidz:
طريق
دعوة خير الورى والأنام, بالفعل والقول وحسن الكلام.
“Metode dakwah Nabi Muhammad SAW
adalah dengan perbuatan, argumentasi, dan perkataan yang sopan.”
Jika
semua cara di atas sudah di laksanakan akan tetapi belum membuahkan hasil, maka
tak perlu bersedih hati dan berputus asa. Dakwah seseorang tidak berarti harus
diterima oleh semua lapisan masyarakat. Jalan terakhirnya adalah pasrah dan
berdoa kepada Allah. Karena hanya Allah lah yang memiliki wewenang untuk
memberikan hidayah kepada seseorang.
Wallahua’lam
bis sawaaaaaaab…………………………..






0 komentar:
Posting Komentar