
GERHANA
DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS
Gerhana, adalah sebuah fenomena alam yang terjadi karena revolusi
bulan mengelilingi bumi. Dan fenomena ini juga timbul akibat bumi memiloiki
satelit yang bidang edarnya membentuk sudut sekitar 50 terhadap bidang edar bumi. Kedua bidang
yaitu lintasan edar bumi dan bulan akan berpotongan pada dua titik.
Kejadian gerhana disebabkan oleh bayangan
bumi dan bulan yang besar sekali. Kedua benda langit itu gelap. Oleh karena
itu, ketika kedua benda ini diterangi oleh matahari, masing-masing mempunyai
bayangan yang menjulur kedalam ruang angkasa jauh dari matahari. Bayangan yang
terbentuk oleh bumi atau bulan mempunyai beberapa bagian.
Terdapat suatu daerah bayangan sempurna yang
dikenal sebagai umbra (dari bahasa latin ayang artinya bayangan). Karena bumi maupun
bulan lebih kecil dari matahari, umbra masing-masing berbentuk kerucut. Umbra
ini berkurang diameternya semakin bayangan ini menjulur lebih jauh kedalam
ruang angkasa sampai akhirnya bayangan ini tiba pada suatu titik. Sekeliling
kerucut bayangan sempurna terdapat suatu daerah bayangan sebagian yang disebut
penumbra (bahasa latin untuk ‘hampir
suatu bayangan’). Setiap objek dalam penumbra ini menerima cahaya
dari suatu bagian sisi matahari. Jika garis-garis yang membatasi daerah kerucut
bayangan sempurna diperpanjang kearah luar, akan terbentuk suatu kerucut
terbalik. Kerucut terbalik ini disebut umbra negative.
Tidak sulit untuk menghitung panjang umbra
bumi dan umbra bulan. Panjang kerucut bayangan sempurna tergantung pada tiga
factor yaitu diameter matahari (sumber cahaya), diameter bumi ataupun diameter
bulan dan jarak antara matahari dan bumi ataupun bulan. Perlu diingat bahwa
diameter matahari, bumi, bulan adalah factor-faktor yang tetap. Sedangkan jarak
antara bumi dan matahari serta jarak bulan dengan matahari selalu berubah, oleh
karena itu panjang umbra bumi atau umbra bulan berubah-ubah. Panjang rata-rata
umbra bumi kira-kira 1.400.000 km, sedangkan panjang rata-rata umbra bulan
kira-kira 375.000 km.
1.
Gerhana Bulan
Gerhana
terjadi karena terhalangnya cahaya Matahari. Jika cahaya Matahari tidak bisa
mencapai Bulan, maka peristiwa itu dinamakan gerhana bulan. Ada dua macam
bayangan: umbra (bayangan inti) dan penumbra (bayangan tambahan). Jika
kita berada dalam umbra sebuah benda (misalnya umbra Bulan), maka sumber cahaya
(dalam hal ini Matahari) akan tertutup keseluruhannya oleh benda tersebut.
Sedangkan jika kita berada dalam penumbra, sebagian sumber cahaya masih akan
terlihat.
2.
Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi apabila bulan diantara bumi dan
matahari. Bila hal ini terjadi maka sebagian sinar matahari ke permukaan bumi
tertutupi oleh bulan. Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu
melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena bulan dengan jarak 384.400 km
adalah lebih dekat kepada bumi daripada matahari yang mempunyai jarak
149.680.000 km.
Gerhana matahari hanya dapat terjadi ketika bulan berada pada bulan baru dan ketika bulan berada di dekat salah satu simpul orbitnya. Adapun jenis-jenis gerhana matahari adalah:
1.
Gerhana Matahari Total
Pada gerhana matahari ini, matahari ditutup sepenuhnya oleh
bulan disebabkan bulan berada dekat ke bumi dalam orbit bujurnya. Gerhana total
hanya dapat dilihat dari daerah permukaan bumi yang terkena bayangan umbra.
Gerhana total sangat jarang terjadi. Mungkin seseorang hanya dapat menyaksikan
sekali dalam seumur hidupnya. Gerhana matahari total merupakan sebuah
pemandangan indah tetapi juga membahayakan mata. Ketika sinar matahari sudah
tertutupi seluruhnya oleh bulan dan hanya ‘corona’ (lingkaran sinar yang
mengelilingi matahari) maka aman bagi kita untuk melihat tanpa adanaya
pelindung pada mata kita. Ada beberapa cara untuk melihat gerhana matahari
total dengan aman, diantaranya dengan menggunakan kacamata khusus atau lebih
aman lagi dengan melihat gerhana melalui siaran TV.
2. Gerhana
Matahari Sebagian
Terjadi apabila bulan hanya menutup sebagian dari matahari.
Pada saat gerhana matahari sebagian kita dapat langsung melihat ke atas tanpa
takut merusak retina mata kita
3. Gerhana
Matahari Cincin
Pada gerhana ini, bulan hanya menutup sebagian daripada
matahari dan cahaya matahari selbihnya membentuk cincin bercahaya sekeliling
bayangan bulan yang dikenali sebagai ‘cincin’. Disekeliling daerah tempat
terjadinya suatu gerhana matahari total ataupun suatu gerhana matahari cincin,
selalu terdapat suatu daerah yang jauh lebih luas jika terjadi suatu gerhana
matahari cincin selalu terdapat suatu dalam penumbra bulan. Kadang-kadang
daerha gerhana matahari sebagian memanjang hamper 5.000 km pada setiap sisi
jalur keseluruhan.
Gerhana, sebuah fenomena alam yang langka.
Karena matahari maupun bulan itu beredar pada garis edarnya secara amat teratur
sejak penciptaannya hingga kini. Efek dari keteraturan itulah maka terjadilah
yang namanya siang dan malam. Itulah pengaturan Allah Yang Maha Perkasa lagi
Maha Mengetahui.
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ
الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (38)
“Dan matahari beredar pada
garis edarnya, itulah pengaturan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha
Mengetahui”. (QS. Yasin: 38)
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ
الْقَدِيمِ (39)
“Dan
telah kami tetapkan tempat peredaran bulan, sehingga (setelah ia
sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan
yang tua”. (QS. Yasin: 39)
لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ
تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
(40)
“Tidaklah mungkin bagi matahari
mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing
beredar pada garis edarnya”. (QS. Yasin: 40)
Dari ayat-ayat
tersebut, peristiwa gerhana baik matahari maupun bulan sepertinya sangatlah
tidak mungkin terjadi selamanya. Dikarenakan semua benda tata surya itu sudah memiliki
orbitnya masing-masing sesuai dengan kehendak-Nya.
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ
عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ
الْغَفَّارُ (5)
“Dia menciptakan langit dan bumi
dengan (tujuan) yang benar; dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan
siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan
menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun”. (QS. Az Zumar: 5)
Namun
tidaklah pantas disebut Tuhan jika tak mampu melakukan apapun yang di luar
kemampuan manusia dan memiliki kehendak yang samasekali tidak aka nada yang
mampu menolak, menentang kehendak-Nya. Allah adalah Tuhan Yang Sangat Superior.
Dialah Tuhan yang tiada sekutu bagi-Nya, tiada pembangding-Nya. Dialah Tuhan
Yang Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Bijaksana, Maha Perkasa, Maha
Mengetahui. Oleh karenanya fenomena gerhana adalah bentuk kehendak dan kekuasaan
Allah yang Superior yang tiada kekuatan apapun yang mampu menghalanginya. Dan
hendaknya bagi kita yang notabene adalah umat islam khususnya sebagai santri,
lebih memantapkan iman kita kepada Allah, karena semua fenomena alam ini adalah
tanda kekuasaan Allah.
Wallahu A’lam…






0 komentar:
Posting Komentar