Recent Posts

Rabu, 09 Maret 2016

GERHANA



GERHANA
DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS
Gerhana, adalah sebuah fenomena alam yang terjadi karena revolusi bulan mengelilingi bumi. Dan fenomena ini juga timbul akibat bumi memiloiki satelit yang bidang edarnya membentuk sudut sekitar 50  terhadap bidang edar bumi. Kedua bidang yaitu lintasan edar bumi dan bulan akan berpotongan pada dua titik.
Kejadian gerhana disebabkan oleh bayangan bumi dan bulan yang besar sekali. Kedua benda langit itu gelap. Oleh karena itu, ketika kedua benda ini diterangi oleh matahari, masing-masing mempunyai bayangan yang menjulur kedalam ruang angkasa jauh dari matahari. Bayangan yang terbentuk oleh bumi atau bulan mempunyai beberapa bagian.
Terdapat suatu daerah bayangan sempurna yang dikenal sebagai umbra (dari bahasa latin ayang artinya bayangan). Karena bumi maupun bulan lebih kecil dari matahari, umbra masing-masing berbentuk kerucut. Umbra ini berkurang diameternya semakin bayangan ini menjulur lebih jauh kedalam ruang angkasa sampai akhirnya bayangan ini tiba pada suatu titik. Sekeliling kerucut bayangan sempurna terdapat suatu daerah bayangan sebagian yang disebut penumbra (bahasa latin untuk ‘hampir suatu bayangan’). Setiap objek dalam penumbra ini menerima cahaya dari suatu bagian sisi matahari. Jika garis-garis yang membatasi daerah kerucut bayangan sempurna diperpanjang kearah luar, akan terbentuk suatu kerucut terbalik. Kerucut terbalik ini disebut umbra negative.
Tidak sulit untuk menghitung panjang umbra bumi dan umbra bulan. Panjang kerucut bayangan sempurna tergantung pada tiga factor yaitu diameter matahari (sumber cahaya), diameter bumi ataupun diameter bulan dan jarak antara matahari dan bumi ataupun bulan. Perlu diingat bahwa diameter matahari, bumi, bulan adalah factor-faktor yang tetap. Sedangkan jarak antara bumi dan matahari serta jarak bulan dengan matahari selalu berubah, oleh karena itu panjang umbra bumi atau umbra bulan berubah-ubah. Panjang rata-rata umbra bumi kira-kira 1.400.000 km, sedangkan panjang rata-rata umbra bulan kira-kira 375.000 km.
1.      Gerhana Bulan
            Gerhana terjadi karena terhalangnya cahaya Matahari. Jika cahaya Matahari tidak bisa mencapai Bulan, maka peristiwa itu dinamakan gerhana bulan. Ada dua macam bayangan: umbra (bayangan inti) dan penumbra (bayangan tambahan). Jika kita berada dalam umbra sebuah benda (misalnya umbra Bulan), maka sumber cahaya (dalam hal ini Matahari) akan tertutup keseluruhannya oleh benda tersebut. Sedangkan jika kita berada dalam penumbra, sebagian sumber cahaya masih akan terlihat.

2.      Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi apabila bulan diantara bumi dan matahari. Bila hal ini terjadi maka sebagian sinar matahari ke permukaan bumi tertutupi oleh bulan. Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena bulan dengan jarak 384.400 km adalah lebih dekat kepada bumi daripada matahari yang mempunyai jarak 149.680.000 km.

Gerhana matahari hanya dapat terjadi ketika bulan berada pada bulan baru dan ketika bulan berada di dekat salah satu simpul orbitnya. Adapun jenis-jenis gerhana matahari adalah:
1.      Gerhana Matahari Total
Pada gerhana matahari ini, matahari ditutup sepenuhnya oleh bulan disebabkan bulan berada dekat ke bumi dalam orbit bujurnya. Gerhana total hanya dapat dilihat dari daerah permukaan bumi yang terkena bayangan umbra. Gerhana total sangat jarang terjadi. Mungkin seseorang hanya dapat menyaksikan sekali dalam seumur hidupnya. Gerhana matahari total merupakan sebuah pemandangan indah tetapi juga membahayakan mata. Ketika sinar matahari sudah tertutupi seluruhnya oleh bulan dan hanya ‘corona’ (lingkaran sinar yang mengelilingi matahari) maka aman bagi kita untuk melihat tanpa adanaya pelindung pada mata kita. Ada beberapa cara untuk melihat gerhana matahari total dengan aman, diantaranya dengan menggunakan kacamata khusus atau lebih aman lagi dengan melihat gerhana melalui siaran TV.
            2. Gerhana Matahari Sebagian
Terjadi apabila bulan hanya menutup sebagian dari matahari. Pada saat gerhana matahari sebagian kita dapat langsung melihat ke atas tanpa takut merusak retina mata kita
            3. Gerhana Matahari Cincin
Pada gerhana ini, bulan hanya menutup sebagian daripada matahari dan cahaya matahari selbihnya membentuk cincin bercahaya sekeliling bayangan bulan yang dikenali sebagai ‘cincin’. Disekeliling daerah tempat terjadinya suatu gerhana matahari total ataupun suatu gerhana matahari cincin, selalu terdapat suatu daerah yang jauh lebih luas jika terjadi suatu gerhana matahari cincin selalu terdapat suatu dalam penumbra bulan. Kadang-kadang daerha gerhana matahari sebagian memanjang hamper 5.000 km pada setiap sisi jalur keseluruhan.
Gerhana, sebuah fenomena alam yang langka. Karena matahari maupun bulan itu beredar pada garis edarnya secara amat teratur sejak penciptaannya hingga kini. Efek dari keteraturan itulah maka terjadilah yang namanya siang dan malam. Itulah pengaturan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (38)
Dan matahari beredar pada garis edarnya, itulah pengaturan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (QS. Yasin: 38)
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ (39)
“Dan telah kami tetapkan tempat peredaran bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua”. (QS. Yasin: 39)
لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (40)
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. Yasin: 40)
Dari ayat-ayat tersebut, peristiwa gerhana baik matahari maupun bulan sepertinya sangatlah tidak mungkin terjadi selamanya. Dikarenakan semua benda tata surya itu sudah memiliki orbitnya masing-masing sesuai dengan kehendak-Nya.
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (5)
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. Az Zumar: 5)
            Namun tidaklah pantas disebut Tuhan jika tak mampu melakukan apapun yang di luar kemampuan manusia dan memiliki kehendak yang samasekali tidak aka nada yang mampu menolak, menentang kehendak-Nya. Allah adalah Tuhan Yang Sangat Superior. Dialah Tuhan yang tiada sekutu bagi-Nya, tiada pembangding-Nya. Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Bijaksana, Maha Perkasa, Maha Mengetahui. Oleh karenanya fenomena gerhana adalah bentuk kehendak dan kekuasaan Allah yang Superior yang tiada kekuatan apapun yang mampu menghalanginya. Dan hendaknya bagi kita yang notabene adalah umat islam khususnya sebagai santri, lebih memantapkan iman kita kepada Allah, karena semua fenomena alam ini adalah tanda kekuasaan Allah.
Wallahu A’lam…





0 komentar:

Posting Komentar