Recent Posts

Senin, 29 Februari 2016

The Power of Basmalah

THE POWER OF BASMALAH
Bismillah

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَايُبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَقْطَعُ (رواه رهويه)
“Setiap perbuatan penting yang tidak dimulai dengan bismillaahirrahmaanirrahiim maka perbuatan tersebut cacat” (HR. Rahawaih)
            Inilah hadits yang menjadi motifator untuk membahas tentang kekuatan basmalah, yang jarang orang tau akan kekuatannya, khususnya santri yang notabene tiap harinya bahkan hampir tiap amaliahnya selalu berawalan dengan basmalah.
Basmalah, kalimat yang mudah dan ringan untuk dibaca dan dengan mengawali segala amaliah yang selalu diawali dengan basmalah, berarti dia telah mengatasnamakan Allah untuk memantapkan, bahwa pekerjaannya bernilai luhur. Dengan menyebut nama Allah, seseorang bertekad untuk mematuhi rambu-rambu dalam beraktifitas, jujur danb mentaati segala perintah dan larangan-Nya. Seseorang mengawali aktifitasnya dengan kalimat inilah secara otomatis dia telah memohon support dari Allah untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan Insya Allah pekerjaannya akan dipermudah oleh-Nya.
Dalam wahyu yang pertama kali turun, kita diperintah mengawali pekerjaan dengan menyebut nama Allah. Itu adalah perintah yang mengandung hikmah besar, yakni dengan menyebut nama Allah di awal pekerjaan, otomatis kita telah berharap kepada Allah, agar senantiasa memberi pengawalan super ekstra terhadap kita agar senantiasa tetap dalam koridor agama Allah. Karena jika tanpa bantuan-Nya, kita tidak mampu menghalau pemikiran-pemikiran orang-orang orientalis yang terus menerus menyisipkan budaya barat yang tidak mengenal moral.
Di antara kekuatannya yang lain, ialah dalam ayat tersebut tertera dua sifat Allah, yakni Ar-Rahman  (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang), yang keduanya memiliki pesan, agar Allah senantiasa menganugerahkan kemampuan kepada siapa saja yang membacanya untuk menyerap sedikit saja dari kedua sifat-Nya tersebut, yakni kemampuan membawa rahmat pada sekalian alam, kemampuan mengkonsolidasikan, mengorganisasikan dan membangun jaringan ukhuwah seluruh potensi kaum Muslimin.
Bila diperhatikan dengan seksama, kita akan bertanya-tanya mengapa Allah hanya memaparkan kedua sifat-Nya tersebut, bukan sifat-sifat yang lain? Hal itu tak lain karena jika kedua sifat tersebut dapat kita serap sedikit saja dan diapliksikan dalam kehidupan sehari-hari, maka hidup ini akan terasa begitu indah. Dan kedua sifat inilah yang sangat dibutuhkan setiap insan dalam setiap kali berinteraksi dengan alam sekitar. Dan dengan ditonjolkannya kedua sifat inilah, maka otomatis kita telah memenuhi apa yang menjadi ketetapan Allah untuk menjadikan manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini. Yakni untuk mewujudkan kehidupan social sesama makhluk yang aman, tentram, harmonis dan saling mengasihi dan menyayangi.
Basmalah mempunyai makna: “Saya melakukan suatu perbuatan sama sekali bukan atas nama saya, namun,atas nama Allah. Sebab, saya mendapatkan kemampuan dan pertolongan bersumber dari otoritas-Nya dan berharap mendapatkan kebaikan-Nya, ridla-Nya. Jika bukan karena Dia, pasti saya tidak sanggup melakukannya. Bahkan, kalau tidak ada perintah-Nya dan tidak berharap akan karunia-Nya, saya tidak akan melakukan pekerjaan itu, sekalipun sanggup melakukannya.” Intinya, dalam basmalah tersimpan kekuatan yakni dengannyalah kita dapat merasa bahwa kita tidak ada apa-apanya di mata Allah. Dan kita akan merasa bahwa hanya karena Allahlah kita mampu melakukan segala hal yang kita kehendaki. Dan merasa lemah, sama sekali tidak mengetahui ketentuan akhir Allah.
Di awalinya basmalah dengan penyebutan nama Allah, diharapkan kita dapat meraih kesuksesan baik dalam melakukan aktifitas yang kita geluti yakni di dunia ini atau ketika di akhirat kelak. Artinya, jika kita diberi kemampuan mengawali aktifitas dengan basmalah, semoga ketika kita telah sampai pada saatnya kita pergi meninggalkan dunia dan seisinya ini, kita diberi kemampuan oleh-Nya untuk menyebut namanya di akhir hayat kita.
Intinya, dengan mengawali pekerjaan dengan basmalah pasti berujung baik, asalkan pekerjaan tersebut bernilai baik, dan meyakini Allah juga menghendaki baik.

0 komentar:

Posting Komentar