Recent Posts

Selasa, 12 April 2016

HAMBA SAHAYA YANG MEMBUAT ISTRI-ISTRI NABI CEMBURU



HAMBA SAHAYA YANG MEMBUAT ISTRI-ISTRI NABI CEMBURU
(Biografi Sayyidah Sayyidah Mariyah Al Qibthiyyah)
Oleh: M. Nahdhiyyin Amrullah

            Pada bulan Muharram 7 H. Rasulullah SAW. mengutus Hathib bin Abi Balta’ah untuk menemui salahsatu penguasa di negeri Mesir guna untuk menyampaikan surat Nabi yang berisi ajakan memeluk agama Islam. Meskipun penguasa tersebut tidak memeluk agama Islam (menolaknya) namun sang penguasa itu menghargai ajakan Nabi dengan memberikan beberapa bingkisan dan tiga hamba sahaya kepada Nabi yaitu Sayyidah Mariyah Al Qibthiyah, Sirin (saudara Sayyidah Mariyah), dan Maburi. Sayyidah Mariyah Al Qibthiyah adalah seorang wanita cantik berkulit putih, berambut ikal, dan berpengetahuan luas. Seorang wanita berdarah Qibthi, dilahirkan di daerah Hafna, Mesir. Beliau juga pernah membuat istri-istri nabi cemburu atas kecantikan yang dimilikinya.
***
LAHIRNYA BENIH-BENIH CINTA PADA RASUL SAW
            Dalam perjalanannya menuju kota Madinah, hati Sayyidah Mariyah merasa resah nan gelisah. Hal ini disebabkan Karena Sayyidah Mariyah harus pergi meninggalkan keluarganya yang ada di negeri Mesir. Meski dalam perjalanannya ia ditemani Sirin (Saudaranya).
            Melihat kegelisahan yang terpancar dari wajah Sayyidah Mariyah, maka sahabat Hathib mbercerita kepada Sayyidah Mariyah tentang kepribadian Rasulullah SAW. yang mulia. Mendengar cerita itu, hati Sayyidah Mariyah menjadi terhibur, dan dari cerita itu pula, lahirlah benih-benih cinta pada Rasulullah SAW.
***
BUAH CINTA RASULULLAH SAW
            Kecintaan dan kerinduan yang dirasakan Sayyidah Mariyah, akhirnya bertemu dengan belas kasih dan belaian Nabi SAW. di Baitu An Nubuwwah. Dan dari buah cinta Rasulullah kepada Sayyidah Mariyah, maka lahirlah seorang bayi tampan pada bulan Dzul Hijjah tahun 8 H. dialah Sayyid Ibrahim namanya. Rasulullah sangat gembira atas kelahiran puteranya tersebut.
            Kehadiran Sayyid Ibrahim di tengah-tengah kehidupan Nabi dan Mariyyah menjadi kian romantis. Keduanya merasa sangat bahagia atas karunia yang diberikan Allah.
            Akan tetapi kebahagiaan keduanya berubah menjadi keresahan ketika Ibrahim kecil mengalami demam. Semakin hari yang dialami Ibrahim tak kunjung sembuh. Hal ini membuat Rasul semakin khawatir. Sampai akhirnya Ibrahim pun wafat.
            Nabi dan Sayyidah Mariyah hanya bisa pasrah dan bersabar kepada Allah. Pada saat kewafatan Ibrahim itu pula terjadi Gerhana Matahari, yang menurut persepsi sahabat, matahari menjadi gerhana disebabkan kewafatan dari putera beliau. Namun beliau menyanggahnya  dan meyakinkan mereka bahwa itu semua adalah fenmena alam.
*****
Setelah Rasulullah wafat, Sayyidah Sayyidah Mariyah hidup menyendiri dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah. Lima tahun setelah kewafatan nabi, Sayyidah Sayyidah Mariyah wafat. Peristiwa itu terjadi padaa bulan Muharram 16 H. yakni pada masa kekhalifahan Umar bin Al Khattab, dan  beliau dimakamkan di daerah Baqi’.

0 komentar:

Posting Komentar