HAMBA SAHAYA YANG MEMBUAT ISTRI-ISTRI
NABI CEMBURU
(Biografi Sayyidah Sayyidah Mariyah Al Qibthiyyah)
Oleh: M. Nahdhiyyin Amrullah
Pada bulan
Muharram 7 H. Rasulullah SAW. mengutus Hathib bin Abi Balta’ah untuk menemui
salahsatu penguasa di negeri Mesir guna untuk menyampaikan surat Nabi yang
berisi ajakan memeluk agama Islam. Meskipun penguasa tersebut tidak memeluk
agama Islam (menolaknya) namun sang penguasa itu menghargai ajakan Nabi dengan
memberikan beberapa bingkisan dan tiga hamba sahaya kepada Nabi yaitu Sayyidah
Mariyah Al Qibthiyah, Sirin (saudara Sayyidah Mariyah), dan Maburi. Sayyidah
Mariyah Al Qibthiyah adalah seorang wanita cantik berkulit putih, berambut
ikal, dan berpengetahuan luas. Seorang wanita berdarah Qibthi, dilahirkan di
daerah Hafna, Mesir. Beliau juga pernah membuat istri-istri nabi cemburu atas
kecantikan yang dimilikinya.
***
LAHIRNYA BENIH-BENIH CINTA PADA RASUL
SAW
Dalam
perjalanannya menuju kota Madinah, hati Sayyidah Mariyah merasa resah nan
gelisah. Hal ini disebabkan Karena Sayyidah Mariyah harus pergi meninggalkan
keluarganya yang ada di negeri Mesir. Meski dalam perjalanannya ia ditemani
Sirin (Saudaranya).
Melihat
kegelisahan yang terpancar dari wajah Sayyidah Mariyah, maka sahabat Hathib
mbercerita kepada Sayyidah Mariyah tentang kepribadian Rasulullah SAW. yang
mulia. Mendengar cerita itu, hati Sayyidah Mariyah menjadi terhibur, dan dari
cerita itu pula, lahirlah benih-benih cinta pada Rasulullah SAW.
***
BUAH CINTA RASULULLAH SAW
Kecintaan dan
kerinduan yang dirasakan Sayyidah Mariyah, akhirnya bertemu dengan belas kasih
dan belaian Nabi SAW. di Baitu An Nubuwwah. Dan dari buah cinta
Rasulullah kepada Sayyidah Mariyah, maka lahirlah seorang bayi tampan pada
bulan Dzul Hijjah tahun 8 H. dialah Sayyid Ibrahim namanya. Rasulullah sangat
gembira atas kelahiran puteranya tersebut.
Kehadiran Sayyid
Ibrahim di tengah-tengah kehidupan Nabi dan Mariyyah menjadi kian romantis. Keduanya
merasa sangat bahagia atas karunia yang diberikan Allah.
Akan tetapi
kebahagiaan keduanya berubah menjadi keresahan ketika Ibrahim kecil mengalami
demam. Semakin hari yang dialami Ibrahim tak kunjung sembuh. Hal ini membuat
Rasul semakin khawatir. Sampai akhirnya Ibrahim pun wafat.
Nabi dan Sayyidah
Mariyah hanya bisa pasrah dan bersabar kepada Allah. Pada saat kewafatan
Ibrahim itu pula terjadi Gerhana Matahari, yang menurut persepsi sahabat,
matahari menjadi gerhana disebabkan kewafatan dari putera beliau. Namun beliau
menyanggahnya dan meyakinkan mereka
bahwa itu semua adalah fenmena alam.
*****
Setelah Rasulullah wafat, Sayyidah Sayyidah Mariyah hidup
menyendiri dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah. Lima tahun
setelah kewafatan nabi, Sayyidah Sayyidah Mariyah wafat. Peristiwa itu terjadi
padaa bulan Muharram 16 H. yakni pada masa kekhalifahan Umar bin Al Khattab,
dan beliau dimakamkan di daerah Baqi’.






0 komentar:
Posting Komentar