Recent Posts

Selasa, 12 April 2016

ANTARA RIDHA DAN MURKA ALLAH SWT



ANTARA RIDHA DAN MURKA ALLAH SWT

Oleh: M. Nahdhiyyin Amrullah

            Ridha dan murka Allah SWT memang menjadi misteri yang tidak mungkin dipahami manusia, karena hanya Allah lah yang mengetahui keduanya itu.
            Di dalam agama ada dua hal yang menjadi titik tolak dari amal perbuatan manusia, yaitu pahala dan dosa. Keduanya merupakan sumber dari perintah dan larangan Allah SWT yang menjadikan keduanya sebagai sumber ridha dan murka Allah SWT. Yang jelas, pahala dapat menjadikan ridha dan dosa dapat mendatngkan murkanya.
            Namun keduanya sangat beragam, sehingga sulit bagi kita mengetahui amal apa saja yang dapat mendatangkan ridha Allah SWT dan amal apa saja yang dapat mendatangkan laknat Allah SWT.
            Ridha dan murkaNya Allah sangat sulit ubtuk kita memahaminya, karena di lingkupi oleh hikmah yang hanya diketahui oleh Yang Maha Esa. Akan tetapi para ulama’ kemudian mencari informasi-informasi tentang apa saja yang memang dirahasiakan oleh Allah SWT seperti ulama’ Dzun Nun al Mishri, beliau pernah mengatakan bahwa ada 3 macam yang sengaja Allah SWT rahasiakan.
(Pertama) Ridha Allah dalam ketaatan kita kepadaNya. Ridha Allah SWT memang menjadi suatu impian dari setiap ummat manusia. Oleh karena itu, setiap manusia akan hidup dengan kebahagiaan dan akan mati dalam keadaan husnul khotimah yang membuahkan surga. Dari situlah, taat yang dikerjakan oleh tiap-tiap mmanusia mestinya hanya memiliki satu tujuan yaitu ridha Allah SWT. Bukan pahala ataupun surga.kareana yang menjadikan kita mendapatkan surga bukanlah suatu hasil dari apa yang kita kerjakan, melainkan karena rahmat dan ridhaNya.
            Allah memang merahasiakan  ridhaNya  di balik ragamnya ibadah. Banyak sedikitya suatu ibadah itu tidak bisa menjamin seseorang akan mendapatkan ridhaNya. Justru terkadang suatu pekerjaan yang kita anggap remeh di hadapan manusia malah menjadikan kita mendapatkan  ridhaNya. Sepertihalnya dalam suatu hadits yang menceritakan tentang seorang pelacur yang medapatkan ridha Allah hanya karena memberi minum seekor anjing yang tengah kehausan.
            Karena itulah kita tidak boleh menyepelekan hal-hal yang bersifat remeh. Malah suatu hal-hal yang seperti itu bisa mungkin mendapatkan ridha Allah yang tidak kita ketahui, dan  yang akan membawa kita menuju  surgaNya.
(Kedua) Laknat Allah dalam kemaksiatan. Dalam hal ini, orang yang bayak melakukan kemaksiatan belum tentu mendapatkan  laknat Allah. Dan juga sebaliknya, bisa jadi orang yang melakukan kemaksiatan sepele malah mendapatkan kemurkaan dan sudah pasti akan masuk neraka (Na’udzu  Billah). Sepertihalnya juga yang telah diceritakan dalam sebuah hadits bahwa ada seseorang yang masuk neraka karena tidak memberi makan kucing hingga mati.
(Ketiga) Dari tiga hal yang dirahasiakan Allah, yang ketiga adalah kewalian pada diri seseorang. Wali ialah  orang yang menjadi kekasih Allah dan tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang kita pandang biasa-biasa saja malah justru memiliki derajat yang tinggi. Begitu juga sebaliknya, orang yang kita pandang shaleh, jutru dimurkai Allah.
            Kesimpulannya, kita harus berhati-hati  dalam segala perbuatan. Hal terpenting dri itu semua adalah kita sebagai hamba harrus  terus beruusaha  mencari ridha  Allah, walaupun dari hal-hal yang bernilai kecil. Dan kita juga harus menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang mendatangkan dosa dan murka Allah. Sebab kita kita tidak tahu, perbuatan apa yang dapat mendatangkan  ridhaNya dan yang menark murkaNya. Yang pasti kita harus selalu berharap agar Allah senantiasa meridhai amal baik kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Âmîn Yâ Rabba al ‘Âlamîn.
Wallâhu A’lam...

0 komentar:

Posting Komentar