ANTARA RIDHA DAN MURKA ALLAH SWT
Oleh: M. Nahdhiyyin Amrullah
Ridha dan murka
Allah SWT memang menjadi misteri yang tidak mungkin dipahami manusia, karena
hanya Allah lah yang mengetahui keduanya itu.
Di dalam agama ada
dua hal yang menjadi titik tolak dari amal perbuatan manusia, yaitu pahala dan
dosa. Keduanya merupakan sumber dari perintah dan larangan Allah SWT yang
menjadikan keduanya sebagai sumber ridha dan murka Allah SWT. Yang jelas,
pahala dapat menjadikan ridha dan dosa dapat mendatngkan murkanya.
Namun keduanya
sangat beragam, sehingga sulit bagi kita mengetahui amal apa saja yang dapat
mendatangkan ridha Allah SWT dan amal apa saja yang dapat mendatangkan laknat
Allah SWT.
Ridha dan murkaNya
Allah sangat sulit ubtuk kita memahaminya, karena di lingkupi oleh hikmah yang
hanya diketahui oleh Yang Maha Esa. Akan tetapi para ulama’ kemudian mencari
informasi-informasi tentang apa saja yang memang dirahasiakan oleh Allah SWT
seperti ulama’ Dzun Nun al Mishri, beliau pernah mengatakan bahwa ada 3 macam
yang sengaja Allah SWT rahasiakan.
(Pertama) Ridha
Allah dalam ketaatan kita kepadaNya. Ridha Allah SWT memang menjadi suatu
impian dari setiap ummat manusia. Oleh karena itu, setiap manusia akan hidup
dengan kebahagiaan dan akan mati dalam keadaan husnul khotimah yang
membuahkan surga. Dari situlah, taat yang dikerjakan oleh tiap-tiap mmanusia
mestinya hanya memiliki satu tujuan yaitu ridha Allah SWT. Bukan pahala ataupun
surga.kareana yang menjadikan kita mendapatkan surga bukanlah suatu hasil dari
apa yang kita kerjakan, melainkan karena rahmat dan ridhaNya.
Allah memang
merahasiakan ridhaNya di balik ragamnya ibadah. Banyak sedikitya
suatu ibadah itu tidak bisa menjamin seseorang akan mendapatkan ridhaNya.
Justru terkadang suatu pekerjaan yang kita anggap remeh di hadapan manusia
malah menjadikan kita mendapatkan
ridhaNya. Sepertihalnya dalam suatu hadits yang menceritakan tentang
seorang pelacur yang medapatkan ridha Allah hanya karena memberi minum seekor
anjing yang tengah kehausan.
Karena itulah kita
tidak boleh menyepelekan hal-hal yang bersifat remeh. Malah suatu hal-hal yang
seperti itu bisa mungkin mendapatkan ridha Allah yang tidak kita ketahui,
dan yang akan membawa kita menuju surgaNya.
(Kedua) Laknat Allah
dalam kemaksiatan. Dalam hal ini, orang yang bayak melakukan kemaksiatan belum
tentu mendapatkan laknat Allah. Dan juga
sebaliknya, bisa jadi orang yang melakukan kemaksiatan sepele malah mendapatkan
kemurkaan dan sudah pasti akan masuk neraka (Na’udzu Billah). Sepertihalnya juga yang telah
diceritakan dalam sebuah hadits bahwa ada seseorang yang masuk neraka karena tidak
memberi makan kucing hingga mati.
(Ketiga) Dari tiga hal
yang dirahasiakan Allah, yang ketiga adalah kewalian pada diri seseorang. Wali
ialah orang yang menjadi kekasih Allah
dan tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang kita pandang biasa-biasa saja
malah justru memiliki derajat yang tinggi. Begitu juga sebaliknya, orang yang
kita pandang shaleh, jutru dimurkai Allah.
Kesimpulannya,
kita harus berhati-hati dalam segala
perbuatan. Hal terpenting dri itu semua adalah kita sebagai hamba harrus terus beruusaha mencari ridha
Allah, walaupun dari hal-hal yang bernilai kecil. Dan kita juga harus
menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang mendatangkan dosa dan murka Allah.
Sebab kita kita tidak tahu, perbuatan apa yang dapat mendatangkan ridhaNya dan yang menark murkaNya. Yang pasti
kita harus selalu berharap agar Allah senantiasa meridhai amal baik kita dan
mengampuni dosa-dosa kita. Âmîn Yâ Rabba al ‘Âlamîn.
Wallâhu A’lam...






0 komentar:
Posting Komentar