Recent Posts

Rabu, 13 April 2016

Alhamdulillah terlihat....



Alhamdulillah, Terlihat....
Oleh: Yazid al Busthomi
rukyah

Jam 7 pagi, bersama teman-teman sekelas saya berangkat untuk praktek rukyatul hilal. Kegiatan yang ditunggu-tunggu selama tiga tahun. Oleh siswa tingkatan tsanawiyah. Sebelum sampai tempat tujuan, kami mampir ke masjid kebanggaan warga Surabaya. Masjid al-Akbar. Masjid yang luasnya bisa dihuni 60 ribuan orang. Sekedar untuk sarapan dan foto-foto bersama para asatidz. Yang tadi sampai lebih dulu di sini. Sepertinya hanya kali ini mereka mampir ke sini. Kemudian bersantai. Ada yang sedang khusyu’ dalam sholat dhuhanya.
            Setelah satu jam lebih di situ, kami kembali meluncur ke makam Raden Rachmatullah. Waliyullah yang kita kenal dengan sebutan Sunan Ampel. juga di Surabaya. Sampai di sana kami langsung menyerbu para pedagang oleh-oleh khas Surabaya. Tidak jauh beda dengan oleh-oleh khas Pasuruan. Demi membahagiakan teman-teman di Ma’had.
            Yang tidak tertarik dengan jajanan Surabaya, langsung menuju masjid. Bersantai di masjid. Menunggu pelaksanaan shalat jum’at. Adzan berkumandang. Kami shalat berpencaran. Sampai ke segala penjuru masjid. Kami mendapat instruksi untuk berkumpul dan tawassul di makam. Oleh ketua panitia. Dari ustad senior, H. Ashfihani Faqih. Selepas shalat.
            Serangkaian acara tahlil dan belanja di Sunan Ampel telah selesai. Kembali duduk di bus selama kurang lebih tiga jam nantinya. Menyantap hidangan dari panitia konsumsi. Kemudian tidur. Menyimak lagu dari suguhan sang kondektur. Sebagian memandang keluar jendela. Berharap apa yang terjadi nanti setelah serunya simulasi rukyatul hilal kemarin.
            Akhirnya kami sampai di lokasi TKP. Telat 20 menit memang dari jadwal. Di sini kami tinggal memasang peralatan.  Di tempat yang kata sebagian orang tidak layak. Ustadz ‘Inwanuddin yang sedari tadi menunggu terus memberi semangat. Tanpa lelah. Satu jam lebih kami menunggu munculnya hilal. Ada yang bosan. Hampir menyerah. Ada yang tetap semangat. Serius. Juga ada yang tidak berhenti guyonan. Alasan menghilangkan penat. Biarlah. Selain tujuan utama perjalanan ini adalah rukyatul hilal, yang menganggap perjalanan ini sebagai senang-senang juga ada. Seperti guyonan sebagian ustadz; rekreasi.
            “ITU..” di sela-sela ketidakseriusan kami dalam mengamati hilal, ustadz ‘Inwan berteriak sambil bertakbir menunjuk arah di mana hilal berada. Kami senang. Bahagia. Hampir semua melihatnya. Syukurlah. Mungkin karena mereka belum mengerti bentuknya. Tidak yakin atas temuannya itu. 10 menit berselang dari kejadian yang menurut saya itu menakjubkan. Kemudian hilang. Selesai. Peralatan yang kami bawa mulai dibereskan masing-masing kelompok. Memasukkannya ke bagasi. Dan pulang.
            Pulang dari nonton hilal di Lamongan, kami mampir ke Pondok Pesantren Mamba‘us Sholihin di Gresik. Bersantai-santai. Dan sholat. Kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Di resto Mamba‘us Sholihin.
            Dilanjutkan dengan ritual sowan ke pengasuh PonPes yang diwakili ustadz H. Ashfihani faqih. Adik kandung pimpinan tertinggi Mamba‘us Sholihin. Beliau menetap di sana sebentar untuk beberapa waktu. Ada urusan keluarga katanya. Kami berpamitan pulang. Terima kasih atas jamuannya dan mau menerima kami sebagai tamu.
            Kami pulang. Capcus ke ma’had tercinta. Salafiyah. Sampai pada pukul 00.35 ist.

0 komentar:

Posting Komentar