IBRAH DARI SEMUT
Oleh: Robitulhuda Muchlas
Kamis, 10 November
2016 di serambi utara Masjid Sabilul Muhtadin, Kota Pasuruan, terlihat sebuah perjuangan
lima semut melawan seekor semut bersayap dengan ukuran 10 kali lipat dari ukuran
satu-persatu ukuran mereka. Setelah dianalisis, dapat kami ambil beberapa
pelajaran dari perjuangan berat kelima semut tersebut. Diantaranya;
1.
Kerja
Tim Sangat Dibutuhkan. Karena kita sebagai manusia, tidak akan
pernah bisa hidup sendiri. Meski seorang sufi yang berkhalwat, pasti
membutuhkan bantuan orang lain. Bukti konkretnya, mereka para sufi ketika makan
nasi atau lainnya. Mungkinkah ia menanam padi atau lainnya sendiri? Sudah
hampir bisa dipastikan 100% tidak akan mungkin ia menanamnya sendiri. Belum
lagi merawat padi. Dan tak kalah pentingnya, saat panen. Dan yang paling dapat
dipastikan, bahwa manusia ini butuh adanya bantuan orang lain adalah ketika ia
meninggal. Tidak akan pernah mungkin ia mengurusi jenazahnya sendiri. Mulai
dari memandikan, mengkafani, menshalati, menggali tanah kuburannya dan seterusnya.
Karena itulah, perjuangan kelima semut tadi, mengajarkan kita prihal urgensi
sebuah Kerja Tim.
2.
Jumlah
Lima, Sama dengan Jumlah Rukun Islam. Dalam
sebuah hadits termaktub: “Islam dibangun atas lima perkara: Dua Kalimat Syahadat,
Melaksanakan Shalat, Membayar Zakat, Puasa Ramadlan, dan Haji ke Baitullah Bagi
yang Mampu.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’I, dan Ahmad). Itulah
kenapa kami analogikan perjuangan lima semut tersebut dengan kelima rukun
Islam. Karena sama-sama berjumlah lima dan sama-sama menjadikan Islam tegak
dengan lengkapnya kelima aspek.
3. Man Jadda wa Jada. Ini sudah sangat jelas. Karena, sudah banyak dalil yang menerangkan
urgensnya sebuah perjuangan tanpa kenal lelah. di antaranya: QS. Yusuf 87, Ar
Ra’du 11, Az Zumar 53, Ath Thalaq 2 & 4, Al Insyirah 5-6, dan masih banyak
lagi. Oleh karena itulah, semut tadi mengajarkan kepada kita, jika kita mau
menggapai sebuah impian, maka berusahalah untuk bisa menggapainya.
4. Masalah
Harus Dihadapi Bukan Dihindari. Setiap
kali ada masalah di hadapan kita, hendaknya kita berusaha menyelesaikannya
bukan malah lari darinya. Semut tadi mengajarkan kita agar senantiasa berusaha
menyelesaikan setiap masalah sebesar apapun yang kita hadapi. Dan dalam
menyelesaikan masalah, haruslah berusaha sekuat tenaga, yakin bisa
menyelesaikannya. Buktinya, dilihat dari ukurannya, kelima semut tadi meski
dijadikan satu ukurannya masih tidak menyamai ukuran semut bersayap. Namun
dengan perjuangan mati-matian, dan keyakinan tingkat tinggi, akhirnya mereka
berlima mampu mengalahkannya.
5.
Islam
Kuat dengan Persatuan Umat. Dan
ini yang paling terpenting. Karena melihat realita yang terjadi di hadapan kita
saat ini, Islam digoncang dengan banyaknya fitnah yang melanda. Para musuh
Islam sangat getol menebarkan fitnah demi menghancurkan Islam. Mereka
menebarkan fitnah dengan mengadu domba antar umat Islam, sehingga umat Islam
saling mencela, saling mencaci maki, saling mengkafirkan, dan yang paling
ekstrem, mereka saling membunuh. Sehingga mereka lupa akan nasib Palestina,
yang dipora-porandakan Zionis. Andai umat Islam mau bersatu, bersama-sama
kembali kepada Al Quran dan Hadits, dengan melupakan dan membuang keegoisannya
mempertahankan pendapatnya yang bersifat furu’iyah. Niscaya umat Islam
akan menjadi kekuatan besar dan menjadi Pemimpin Dunia, sehingga Islam pun jaya
dan menuai kemenangan, baik di dunia perang ideology, perang cyber, bahkan
perang fisik melawan musuh Allah. Kelima semut tadi adalah perwakilan dari
berbagai sekte dalam Islam yang masih berlandaskan Ahlus Sunnah wal Jama’ah,
mereka melupakan perbedaan pemikiran dan keegoisan berpendapat dan menyatukan
tujuan luhur yakni memperjuangkan Panji Allah.
Maha Suci Allah
atas semua ciptaan-Nya yang tidak akan ada kesia-sian sedikitpun atasnya. Tidak
ada daya dan kekuatan apapun yang sehebat kekuatan Allah. Semoga kita
senantiasa dapat mengambil Ibrah dari semua fenomena alam yang Allah ciptakan.
Aamiin…
Wallâhu A’lam bi ash Shawâb…







0 komentar:
Posting Komentar